Ancaman Kabel Optik yang Tidak Tertata
SUARA UMAT.ID, Kabel optik yang berseliweran sembarangan menghadirkan sejumlah risiko, diantaranya :
Keamanan Fisik: Kabel yang menjuntai rendah atau putus dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor. Banyak insiden terjadi di mana pengendara tersangkut kabel dan mengalami kecelakaan fatal.
Gangguan Sosial-Budaya: Pawai ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari tradisi menyambut Nyepi sering kali terhambat karena kabel rendah yang menghalangi jalan. Hal serupa terjadi saat upacara ngaben, di mana prosesi memindahkan jenazah sering terganggu oleh kabel-kabel yang tidak rapi. Ini mengurangi kesakralan acara adat dan mengganggu harmoni masyarakat.
Risiko Kebakaran: Kabel yang rusak atau putus berpotensi memicu korsleting, yang dapat menyebabkan kebakaran dan membahayakan area pemukiman atau fasilitas umum.
Peran Pemerintah: Prioritaskan Keselamatan
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan infrastruktur umum, termasuk jaringan kabel optik, tertata dengan aman dan rapi. Langkah yang dapat dilakukan meliputi:
Regulasi dan Pengawasan Ketat: Membuat regulasi yang mengatur pemasangan dan perawatan kabel optik, serta melakukan pengawasan secara rutin untuk memastikan pihak penyedia layanan mematuhi aturan.
Kolaborasi dengan Penyedia Layanan: Pemerintah harus berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk segera memperbaiki atau merapikan kabel yang tidak tertata.
Pemanfaatan Teknologi: Memulai inisiatif untuk memindahkan jaringan kabel ke bawah tanah, yang lebih aman dan estetis, seperti yang sudah dilakukan di beberapa kota besar di dunia.
Peran Masyarakat: Jangan Diam Saja
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
Melaporkan Kabel Bermasalah: Jika menemukan kabel yang rusak atau tidak rapi, masyarakat harus segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau penyedia layanan.
Meningkatkan Kesadaran Bersama: Mengingatkan orang di sekitar akan pentingnya menjaga keselamatan dan mendukung langkah pemerintah atau komunitas untuk menyelesaikan masalah kabel ini.
Menjaga Fasilitas Umum: Tidak merusak atau mempermainkan kabel yang terpasang di area publik, karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Menghormati Tradisi dan Harmoni
Indonesia kaya akan budaya dan tradisi yang perlu dihormati dan didukung. Kabel optik yang tidak tertata rapi tidak hanya menghambat kegiatan adat tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kelestarian budaya. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan infrastruktur yang ada tidak menjadi penghalang dalam menjaga harmoni dan pelaksanaan tradisi.
Penutup
Kabel optik yang rapi bukan sekadar masalah estetika, tetapi juga mencerminkan keseriusan kita dalam menjaga keselamatan dan harmoni masyarakat. Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini, sementara masyarakat harus proaktif dalam melaporkan dan menjaga lingkungan sekitar.
Tradisi dan budaya adalah identitas bangsa. Jangan biarkan kelalaian kita terhadap infrastruktur modern mengganggu warisan luhur ini. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, rapi, dan mendukung kegiatan masyarakat. sehari-hari. (Raden Alit).



