Artikel: Literasi Media dan Lomba Video Pengelolaan Sampah di Bali: Mengasah Kreativitas Siswa SMA/SMK Denpasar,
Artikel: Literasi Media dan Lomba Video Pengelolaan Sampah di Bali: Mengasah Kreativitas Siswa SMA/SMK
Denpasar, 13 September 2025 –
Upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda kembali digelorakan di Bali. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, menggelar kegiatan Literasi Media & Launching Lomba Video Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber tingkat SMA/SMK.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2025, bertempat di Tukad Bindu Park, Jalan Turi No. 68A, Kesiman, Denpasar Timur, dan dihadiri oleh perwakilan kepala sekolah serta siswa-siswi dari SMA/SMK Negeri maupun Swasta se-Bali.
Sebagai narasumber, hadir Ni Putu Putri Suastini, Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, yang selama ini dikenal aktif menggerakkan masyarakat untuk memilah, mengolah, dan mengurangi sampah sejak dari rumah.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak memahami pentingnya literasi media di era digital, tetapi juga ditantang untuk menyalurkan kreativitasnya melalui lomba video. Lomba tersebut mengangkat tema pengelolaan sampah berbasis sumber, sebuah konsep yang menekankan pada kesadaran individu dan komunitas untuk bertanggung jawab sejak sampah pertama kali dihasilkan.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa, menegaskan bahwa program ini merupakan sinergi antara pendidikan dan kepedulian lingkungan. “Kami ingin anak-anak kita tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan, baik di lingkup sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
KPID Bali menambahkan bahwa penguatan literasi media sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang bermanfaat, inspiratif, dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bali yang kritis, kreatif, sekaligus peduli terhadap lingkungan. Tukad Bindu Park sebagai lokasi kegiatan pun menjadi simbol nyata dari ruang publik yang bersih, asri, dan edukatif.(RAYD)



