Bali Gagas Lomba Ekspresi Puisi Lansia Nasional 2026, Spirit Berkarya Tanpa Batas Usia**
**Bali Gagas Lomba Ekspresi Puisi Lansia Nasional 2026, Spirit Berkarya Tanpa Batas Usia**
Denpasar, 14 April 2026 — Malam yang kian larut di sebuah sudut Bali tidak menyurutkan semangat para penggerak literasi lansia. Di kediaman Lantip Rully Soripada bersama Lantip Dewi, pertemuan strategis berlangsung hangat dan produktif. Sejumlah tamu yang hadir tampak menikmati hidangan sederhana sate lontong, sementara diskusi serius mengenai masa depan gerakan sastra lansia terus bergulir.
**Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mematangkan gagasan besar: penyelenggaraan Lomba Ekspresi Puisi Lansia Nasional 2026 yang diinisiasi dari Bali.**
Gagasan ini sejatinya telah dirintis sejak Januari 2026. Namun memasuki April, kompleksitas tantangan kian terasa. Dinamika kegiatan organisasi, keterbatasan waktu, serta kebutuhan koordinasi lintas daerah menjadi ujian tersendiri. Meski demikian, forum malam itu justru menunjukkan bahwa semangat kolektif para “Lantiper” Bali tidak surut, melainkan semakin menguat.
**Inisiator kegiatan, Lantip Rully Soripada, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pemuliaan martabat lansia melalui karya sastra.**
Berdasarkan dokumen proposal yang telah disusun, lomba ini dirancang sebagai bagian dari peringatan Hari Sastra Nasional yang berkelindan dengan momentum hari lahir sastrawan Abdul Muis pada 3 Juli, serta dirangkai dalam semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-83 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tema yang diusung, “Lansia Sehat, Semangat dan Bermartabat”, mengandung pesan ideologis sekaligus kultural: bahwa usia lanjut bukan akhir dari produktivitas, melainkan fase pematangan jiwa dan ekspresi.
Rencana pelaksanaan mengarah pada 23 Agustus 2026, dengan beberapa alternatif lokasi strategis di Bali, antara lain Gedung Ksirarnawa Art Center, Gedung Pertemuan Puspem Badung, hingga Aula ITB STIKOM Bali. Selain itu, dukungan dari berbagai elemen diharapkan menguatkan legitimasi kegiatan, termasuk kehadiran tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta organisasi lansia tingkat nasional.
**Dalam forum tersebut, pembagian tugas mulai difinalisasi, menandai transisi dari fase gagasan menuju fase kerja teknis yang sistematis dan terukur.**
Merujuk pada garis waktu kegiatan, tahap persiapan intensif akan berlangsung mulai 28 April hingga 15 Juni 2026. Agenda yang disusun meliputi penyusunan konten publikasi, penetapan kriteria lomba dan dewan juri, penentuan lokasi final, hingga pengajuan audiensi kepada tokoh-tokoh strategis. Salah satunya adalah Ibu Putri Koster yang diharapkan berkenan menjadi pelindung kegiatan.
Selain itu, upaya penggalangan dukungan nasional juga akan dilakukan melalui pengiriman surat resmi kepada pengurus pusat Lantip Indonesia serta jejaring organisasi lansia di berbagai daerah.
**Pertemuan malam itu mencerminkan satu hal yang tak terbantahkan: gerakan sastra lansia tengah menemukan momentumnya, tumbuh dari akar komunitas, dan bergerak menuju panggung nasional.**
Di tengah keterbatasan dan tantangan, para penggerak kegiatan justru menunjukkan ketangguhan dan visi yang jelas. Dari ruang sederhana di Bali, sebuah agenda besar tengah disusun dengan kesungguhan dan kesadaran kolektif.
**Lomba Ekspresi Puisi Lansia Nasional 2026 bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan ikhtiar kultural untuk menegaskan bahwa lansia tetap menjadi subjek aktif dalam kehidupan intelektual dan kebudayaan bangsa.** (RAYD)



