Banjir Landa Denpasar, 40 Titik Terendam, Jalan Lumpuh dan Kendaraan Hanyut
Banjir Landa Denpasar, 40 Titik Terendam, Jalan Lumpuh dan Kendaraan Hanyut
Denpasar, 10 September 2025 — Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari menyebabkan banjir parah di Kota Denpasar dan sekitarnya. Sedikitnya 40 titik genangan dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di sejumlah kawasan.
Rumah Terendam hingga Atap
Warga di kawasan Wanasari, Jalan Gajah Mada, Hasanudin, Ubung, dan Pura Demak melaporkan air masuk hingga ke dalam rumah. Bahkan, di beberapa titik, genangan menenggelamkan hampir seluruh bangunan. “Air naik begitu cepat, kami panik, barang-barang banyak yang tidak sempat diselamatkan,” kata I Nyoman, salah satu warga Wanasari, saat ditemui di lokasi.
Kendaraan dan Bangunan Terseret Arus
Derasnya arus banjir juga menghanyutkan sejumlah mobil dan motor yang terparkir di garasi. Di Banjar Dadakan, Peguyangan, beberapa kendaraan terseret hingga tersangkut di bawah jembatan. Tak hanya itu, bangunan di tepi Tukad Badung ambruk, sementara beberapa pura seperti Pura Puseh Ubung mengalami kerusakan pada pelinggih akibat terjangan air.
Akses Jalan Lumpuh
Lalu lintas di Jalan Denpasar–Gilimanuk lumpuh total akibat genangan sepanjang lebih dari 2,5 kilometer. Polisi terpaksa melakukan penutupan sementara dan mengimbau pengendara menunda perjalanan. Jalan-jalan kecil seperti Gang Pudak dan Gang Mawar pun tertutup longsoran tanah.
BMKG: Hujan Masih Berpotensi Berlanjut
Kepala BMKG Wilayah III Denpasar menyebut cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena ekuatorial Rossby wave, yang memicu pembentukan awan hujan skala besar. “Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih bisa terjadi hingga malam nanti, masyarakat diimbau waspada,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Evakuasi dan Gotong Royong Warga
Hingga pagi ini, warga yang terdampak melakukan evakuasi mandiri. Beberapa kelompok masyarakat bersama relawan membersihkan sumbatan di saluran air. BPBD Bali menerjunkan tim penyelamat untuk mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang terjebak di rumah-rumah terendam.
“Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa dan membuka akses jalan yang tertutup banjir,” ujar Kepala BPBD Kota Denpasar.
Kesimpulan
Banjir besar yang melanda Denpasar hari ini menunjukkan betapa rentannya kota ini terhadap curah hujan ekstrem. Dampak fisik, sosial, dan infrastruktur sangat signifikan—mulai dari rumah terendam, jalan lumpuh, kendaraan hanyut, hingga bangunan ambruk. Warga diimbau untuk tetap siaga, tidak memaksa bepergian, dan terus mengikuti arahan resmi dari BPBD maupun BMKG.(RAYD)



