Detail Artikel

Bansos HLUN 2025: Santunan yang Menghangatkan, Bukan Sekadar Bantuan

Bansos HLUN 2025: Santunan yang Menghangatkan, Bukan Sekadar Bantuan

Denpasar, 15 Juni 2025 — Suasana halaman Sekolah Pelangi Dharma Nusantara pagi itu terasa syahdu. Di tengah gegap gempita peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27, satu momen yang paling menyentuh adalah saat dilangsungkannya pembagian Bantuan Sosial (Bansos) kepada para lansia dan dhuafa.

Sebanyak 17 penerima manfaat dipilih, mewakili lansia dari berbagai wilayah, dengan 7 orang hadir secara langsung untuk menerima bantuan secara simbolis. Di tangan mereka, bukan hanya paket sembako dan santunan yang berpindah tangan, tapi juga rasa hangat, pengakuan, dan cinta kasih dari sesama.


Lebih dari Sekadar Paket

Bantuan diserahkan langsung oleh L. Yogo Prayitno, Wakil Ketua I Lantipda Bali, dengan senyum khasnya yang menyegarkan pagi. Masing-masing penerima menerima paket bantuan berisi bahan pokok, perlengkapan kesehatan, dan sedikit penguat semangat berupa canda dan pelukan.Ini bukan sekadar beras dan minyak. Ini bentuk bahwa lansia tidak pernah ditinggalkan,” ujar Yogo, disambut anggukan hangat dari para peserta yang menyaksikan.


Kebaikan yang Menular

Beberapa penerima bahkan sempat membalas dengan candaan khas lansia:“Wah, kalau tiap bulan dapat begini, saya bisa tambah semangat olahraga!”

Bansos ini bukan hanya soal isi, tapi juga proses yang memanusiakan. Dalam dunia yang kadang terasa tergesa, Lantip hadir untuk mengingatkan bahwa kebaikan itu menular dan layak dirawat.


Bansos: Wujud Rasa, Bukan Sekadar Angka

Ketua Lantipda Bali, L. Henk Kusumawardana, dalam sambutannya menekankan bahwa program bansos ini adalah komitmen Lantip untuk tidak hanya menyuarakan kesejahteraan lansia, tapi juga mewujudkannya langsung.“Kami ingin agar para lansia tidak hanya dikenang saat HLUN saja, tapi terus dipeluk oleh kebijakan dan perhatian sepanjang tahun,” ujarnya.


Santunan yang Menyulut Semangat

Salah satu penerima, Ibu Ni Ketut Srimaya, 72 tahun, bahkan menitikkan air mata haru sambil berkata:“Saya tidak minta banyak. Tapi hari ini, saya merasa diperhatikan, dan itu sangat berarti.”

Kalimat itu menjadi bukti bahwa dalam setiap karung bantuan, terkandung berkarung-karung harapan dan harga diri yang kembali ditegakkan.


Menabur Hari Ini, Menuai Bahagia Esok

Bansos dalam HLUN 2025 ini bukan acara seremonial kosong. Ia adalah pesan moral bahwa lansia adalah bagian utuh dari bangsa, yang masih bisa memberi makna dan layak untuk terus dibahagiakan.

Dalam balutan kegiatan penuh warna — dari senam lansia hingga pentas angklung — bansos menjadi titik hening yang paling bersinar, membumi, menyentuh, dan sungguh manusiawi.(Chef RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'