Detail Artikel

Belajar Demokrasi Langsung dari Gedung DPR RI: Ketika Ruang Parlemen Menjadi Kelas Kebangsaan

Belajar Demokrasi Langsung dari Gedung DPR RI: Ketika Ruang Parlemen Menjadi Kelas Kebangsaan

JAKARTABagi sebagian besar pelajar Indonesia, Gedung DPR RI selama ini hanya dikenal melalui layar televisi, pemberitaan media, atau buku pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Di tempat itulah berbagai perdebatan berlangsung, kebijakan publik dirumuskan, dan arah perjalanan bangsa ditentukan melalui proses legislasi yang tidak jarang berlangsung panjang dan dinamis.

Namun, bagi para peserta Sekolah Parlemen Nasional 2026, kompleks parlemen bukan lagi sekadar simbol kekuasaan negara. Gedung DPR RI berubah menjadi ruang belajar terbuka yang mempertemukan generasi muda dengan denyut demokrasi Indonesia secara langsung. Program ini dirancang agar peserta dapat memahami fungsi parlemen melalui kunjungan edukatif, dialog bersama narasumber, dan simulasi proses legislasi. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan Parliament Tour di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan. Para peserta diajak menelusuri kawasan parlemen, mengunjungi museum legislatif, melihat galeri perjalanan kepemimpinan DPR RI, serta mengenal sejarah perkembangan demokrasi Indonesia yang tersimpan dalam berbagai koleksi dan dokumentasi kelembagaan. Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa parlemen bukan hanya tempat bersidang, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa. 

Belajar di parlemen tidak berhenti pada kegiatan melihat dan mendengar. Setelah menyelesaikan kunjungan edukatif, peserta melanjutkan agenda di Teater Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) untuk mengikuti pembukaan resmi, kuliah kebangsaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, hingga Forum Group Discussion (FGD) yang menjadi inti pembelajaran. Susunan kegiatan tersebut juga tercantum dalam rundown resmi penyelenggara.

Dalam forum akademik tersebut, peserta memperoleh materi dari Dr. Lia Istifhama, M.E.I., dilanjutkan pemaparan mengenai kelembagaan parlemen oleh Yulia Indrianingtyas, S.IP., M.Si. dari Sekretariat Jenderal DPD RI, serta materi tentang fungsi dan mekanisme kerja DPR RI yang disampaikan Dr. H. Muhammad Khozin, M.A.P.. Kehadiran narasumber dari unsur legislatif dan sekretariat parlemen memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami proses penyusunan kebijakan dari perspektif praktisi.

Puncak pembelajaran berlangsung ketika peserta dibagi ke dalam beberapa komisi untuk mengikuti simulasi sidang dan Forum Group Discussion. Dalam setiap kelompok, mereka mendiskusikan berbagai isu sosial, kesehatan, ekonomi, hingga kebijakan publik, kemudian menyusun rekomendasi dan mempresentasikan hasilnya di hadapan peserta lain. Model pembelajaran ini dirancang agar pelajar tidak sekadar memahami teori demokrasi, melainkan mengalami langsung bagaimana proses argumentasi, musyawarah, dan pengambilan keputusan dilakukan.

Bagi peserta seperti Revandra Arafi Wibowo dari MTs Generasi Emas Bali, pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang tidak mungkin diperoleh hanya melalui ruang kelas. Mereka belajar bahwa demokrasi bukan sekadar hak memilih dalam pemilu, melainkan juga kemampuan mendengar pendapat yang berbeda, menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, serta mencari titik temu demi kepentingan bersama.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan polarisasi ruang publik, pendidikan demokrasi berbasis pengalaman seperti ini memiliki arti yang semakin penting. Ia menanamkan kesadaran bahwa parlemen bukan sekadar institusi politik, melainkan rumah aspirasi rakyat yang hanya akan kuat apabila generasi mudanya tumbuh dengan budaya dialog, berpikir kritis, dan menjunjung integritas.

Sebab pada akhirnya, masa depan demokrasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh mereka yang duduk di kursi parlemen hari ini, tetapi juga oleh generasi muda yang sejak dini belajar memahami bagaimana demokrasi bekerja, bagaimana kebijakan dilahirkan, dan bagaimana perbedaan dapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan permusuhan.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'