Berbagi dalam Sunyi, Menguatkan dalam Aksi: Lantipda Gianyar Salurkan Sembako untuk Warga”
Berbagi dalam Sunyi, Menguatkan dalam Aksi: Lantipda Gianyar
Salurkan Sembako untuk Warga”
Gianyar — Di balik kemeriahan perayaan
HUT ke-1 Lantipda Kabupaten Gianyar yang berpadu dengan semangat
Hari Kartini, terselip satu momen yang menghadirkan kehangatan
paling hakiki: bakti sosial pembagian sembako kepada masyarakat.
Tanpa gemerlap panggung dan sorotan utama, kegiatan ini justru
menjadi wajah
paling jujur dari nilai “asih” yang dihidupi oleh Lantipda.
Dalam kesederhanaannya, tersimpan makna mendalam tentang kepedulian dan
tanggung jawab sosial.
Sebanyak sejumlah paket sembako disalurkan kepada warga yang
membutuhkan di lingkungan sekitar. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh
jajaran pengurus dan anggota, menciptakan interaksi hangat yang penuh rasa
kekeluargaan.
“Ini bukan tentang besar
atau kecilnya bantuan, tetapi tentang ketulusan untuk hadir dan peduli,” menjadi semangat yang terasa dalam setiap
proses penyaluran.
Wajah-wajah haru dan senyum tulus dari para penerima menjadi
cerminan bahwa kehadiran Lantipda bukan sekadar simbol organisasi, tetapi
nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dari tema besar
yang diusung, di mana semangat Kartini diterjemahkan dalam
tindakan konkret—memberi, menguatkan, dan memberdayakan.
Tidak hanya itu, bakti sosial ini mempertegas bahwa usia
tidak menjadi batas untuk berbuat kebaikan. Para anggota
Lantipda, yang sebagian besar merupakan lansia, justru tampil sebagai garda
depan dalam aksi kepedulian.
“Lansia
bukan untuk dilayani, tetapi tetap mampu melayani,” menjadi pesan yang hidup dalam kegiatan
ini.
Dengan iringan musik sederhana yang mengalun, suasana
penyaluran sembako berlangsung hangat dan penuh kedekatan. Tidak ada jarak
antara pemberi dan penerima—yang ada hanyalah rasa kemanusiaan yang
saling terhubung.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, bakti sosial ini
menjadi penegasan bahwa Lantipda hadir sebagai organisasi yang
bergerak, bukan hanya berbicara.
Di tengah perayaan, mereka memilih berbagi.
Di tengah kebahagiaan, mereka menghadirkan harapan. Sebuah langkah kecil, namun
bermakna besar bagi sesama.(RAYD)



