BSI dan ICMI Luncurkan Program Wakaf Deposito: Wujudkan Satu Keluarga Satu Sarjana
BSI dan ICMI Luncurkan Program Wakaf Deposito: Wujudkan Satu Keluarga Satu Sarjana
Denpasar,
2 Maret 2025 – Dalam ajang Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) ICMI Bali,
sebuah langkah besar untuk mewujudkan pendidikan inklusif kembali dihadirkan
melalui Program Wakaf Deposito yang digagas oleh Bank Syariah Indonesia (BSI)
bekerja sama dengan ICMI Pusat.
Program
ini menjadi solusi inovatif dalam pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa
berprestasi namun kurang mampu secara finansial. Dr. Rahadi Kristiyanto, SH.,
MH., selaku Senior Business Development Islamic Ecosystem BSI Kanwil Surabaya,
dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dana hasil deposito wakaf akan dikelola
secara profesional oleh nadzir (pengelola wakaf) dan digunakan untuk membiayai
pendidikan mahasiswa yang membutuhkan.
“Di
Indonesia, lebih dari 60% penduduk berasal dari keluarga ekonomi menengah ke
bawah. Program ‘Satu Keluarga, Satu Sarjana’ menjadi langkah strategis untuk
meningkatkan kesejahteraan bangsa. Melalui Wakaf Deposito, kita bisa
bersama-sama berkontribusi dalam membangun generasi emas Indonesia,” ujar Dr.
Rahadi Kristiyanto.
Penandatanganan
Komitmen: Awal Langkah Besar
Sebagai
bentuk nyata dari solidaritas dan kepedulian terhadap pendidikan, acara ini
juga diwarnai dengan penandatanganan komitmen kepesertaan deposito wakaf. Para
peserta awal, yang telah menyatakan kesediaan mereka untuk berwakaf dalam skema
ini, diperkenalkan di atas panggung dan bersama-sama menyaksikan
penandatanganan simbolik sebagai langkah awal program ini.
"Wakaf
bukan sekadar sedekah biasa, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak
generasi cerdas dan mandiri. Bayangkan, dengan menyisihkan sebagian dana ke
dalam deposito wakaf, kita bisa membantu ribuan anak bangsa mengejar pendidikan
tinggi,” tambah Dr. Rahadi.
Sinergi
dengan Program Gubernur Bali
Program
ini juga sejalan dengan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yang mengusung
program ‘Satu Keluarga, Satu Sarjana’. Pemerintah Bali sangat mendukung langkah
ini sebagai upaya nyata meningkatkan taraf pendidikan dan kesejahteraan
masyarakat.
“Bali
memiliki potensi besar di sektor pendidikan dan SDM. Jangan sampai ada anak
yang tidak bisa kuliah hanya karena kendala biaya. Dengan wakaf deposito, kita
bisa memastikan setiap keluarga memiliki minimal satu lulusan sarjana,” ujar
Gubernur dalam sambutannya.
Mengajak
Masyarakat Berpartisipasi
BSI
dan ICMI mengajak seluruh masyarakat, baik individu maupun korporasi, untuk
bergabung dalam gerakan ini. Dengan berpartisipasi dalam wakaf deposito, setiap
orang bisa menjadi bagian dari solusi dalam mencetak generasi Indonesia yang
lebih maju dan berdaya saing tinggi.
“Mari
kita wakafkan sebagian rezeki kita. Sekecil apa pun kontribusi kita, akan
menjadi langkah besar dalam mengubah masa depan anak-anak Indonesia,” tutup Dr.
Rahadi.(Raden Alit)
Dengan
hadirnya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk
berwakaf dan menjadi bagian dari perubahan. Saatnya kita bersama membangun
Indonesia yang lebih baik, satu sarjana dalam satu keluarga!



