Detail Artikel

Burdah Burak Pegayaman Semarakkan Festival Seni Budaya Sukasada 2026

Burdah Burak Pegayaman Semarakkan Festival Seni Budaya Sukasada 2026

Singaraja — Kesenian tradisional Burdah Burak dari Desa Pegayaman kembali menunjukkan eksistensinya dalam ajang Festival Seni Budaya Kecamatan Sukasada yang digelar pada Ahad, 18 April 2026, bertempat di Taman Bung Karno, di jalur Sukasada–Singaraja–Denpasar.

Burdah Burak merupakan warisan budaya Islam Pegayaman yang telah ada sejak tahun 1648 Masehi, seiring dengan masuknya Islam ke wilayah Pegayaman. Kesenian ini diyakini dibawa oleh pasukan Goak-Goak Blambangan, dan hingga kini tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Muslim di Bali Utara.

Pada awalnya, Burdah dimainkan sebagai hiburan selepas peperangan. Seiring perkembangan zaman, fungsinya meluas menjadi sarana hiburan masyarakat sekaligus media pengobatan tradisional. Dalam penyajiannya, terdapat perbedaan mencolok: untuk hiburan, Burdah diiringi alat musik atau perkusi, sedangkan untuk pengobatan dilakukan tanpa alat musik dan dilantunkan secara bersama-sama.

Selain unsur musikal, Burdah juga memuat latihan formasi perang yang dikenal dengan istilah hariah. Gerakan ini berupa pencak menggunakan alat rotan atau belebet, sedangkan jika tanpa alat disebut silat. Unsur ini menunjukkan bahwa Burdah tidak hanya bernilai seni, tetapi juga mengandung aspek bela diri dan spiritualitas.

Ketua Grup Burdah Burak, Muhammad Suharto, menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi ini melalui kaderisasi lintas generasi, baik dari kalangan muda maupun tua. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur atau kumpi bukit sitindih, serta memberikan edukasi melalui literasi dan berbagai media informasi.

Dalam penampilan di festival tersebut, grup Burdah Burak melibatkan sekitar 20 orang musisi dan dua vokalis yang memimpin jalannya pertunjukan. Acara diawali dengan prolog oleh pimpinan grup, kemudian dilanjutkan dengan lagu “Nganten” sebagai sajian utama selama kurang lebih satu jam. Di tengah pertunjukan, ditampilkan atraksi pencak belebet yang memikat perhatian penonton.

Suasana mencapai puncaknya saat lantunan lagu penutup “Wajalamik” bergema khidmat. Wajalamik Burdah Buraq Desa Pegayaman di bawah pimpinan Muhammad Suharto menggema di RTH Bung Karno dalam Festival Seni Budaya Kabupaten Buleleng 2026, menutup penampilan dengan penuh kekhidmatan dan kekuatan tradisi.

Partisipasi Burdah Burak dalam festival ini menjadi bukti bahwa warisan budaya Islam di wilayah Sukasada tetap hidup dan berkembang di tengah modernitas.

Dari Pegayaman, Sukasada, Buleleng, Bali, Ambarwati melaporkan. (AMBAR)

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'