Detail Artikel

Cahaya Zakat di Pulau Dewata

Cahaya Zakat di Pulau Dewata

LazisMi ICMI Bali Salurkan Zakat Fitrah dan Maal bagi Dhuafa di Kampung Santri Kaba-Kaba

Tabanan, Bali — 15 Maret 2026

Di tengah suasana Ramadhan yang kian mendekati penghujungnya, semangat berbagi kembali mengalir dari tangan-tangan para dermawan menuju mereka yang membutuhkan. Melalui lembaga amil zakat LazisMi ICMI Wilayah Bali, zakat fitrah dan zakat maal yang berhasil dihimpun dari para anggota, masyarakat umum, serta simpatisan disalurkan kepada kaum fakir miskin dan dhuafa di Kampung Santri Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, Bali.

Penyaluran zakat ini dilaksanakan pada 15 Maret 2026, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan keberkahan Ramadhan sekaligus menjalankan amanah syariat dalam mendistribusikan zakat kepada mereka yang berhak.

Sebanyak 32 orang fakir miskin dan dhuafa menerima bantuan berupa santunan uang tunai serta tambahan beras yang berasal dari para donatur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, terutama menjelang datangnya hari raya.

Dana zakat yang dihimpun berasal dari anggota ICMI Organisasi Wilayah Bali, masyarakat umum, serta para simpatisan yang mempercayakan amanah zakatnya kepada LazisMi ICMI Bali.


Amanah Zakat dan Tanggung Jawab Sosial

Ketua LazisMi ICMI Bali, H. Imam Asrorie, menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi agar amanah para muzakki dapat tersampaikan secara tepat kepada para mustahik.

Dalam pelaksanaannya, proses penghimpunan hingga penyaluran dana zakat juga diawasi secara ketat oleh bendahara Rahma Jayadi, yang memastikan bahwa seluruh dana yang diterima disalurkan sesuai ketentuan syariah dan tepat sasaran.

Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan zakat sebagai instrumen keadilan sosial. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa zakat diberikan kepada golongan yang membutuhkan seperti fakir dan miskin, sehingga harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang yang mampu.

Pesan yang sama juga ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad bahwa zakat diambil dari orang-orang yang memiliki kecukupan harta untuk kemudian diberikan kepada mereka yang membutuhkan dalam masyarakat.

Dengan demikian, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di antara umat.


Tim Amil yang Menggerakkan Amanah

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, LazisMi ICMI Bali didukung oleh para amil yang bekerja secara sukarela untuk memastikan proses penghimpunan dan penyaluran berjalan dengan baik.

Para anggota amil tersebut antara lain Amalia, Farhan, Yuni Ambarwati, dan Bagas Siregar. Mereka membagi tugas dan bekerja di dua titik pengumpulan dana zakat yang menjadi pusat aktivitas penghimpunan.

Titik pertama berada di ASA Cafe, yang dimiliki oleh H. Agus Samijaya, sementara titik kedua berada di Rumah Makan Bundo Kanduang, milik H. Muslim.

Dari kedua lokasi tersebut, dana zakat berhasil dihimpun dari para anggota ICMI Bali, masyarakat umum, serta para simpatisan yang turut berpartisipasi dalam gerakan berbagi Ramadhan.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat ketika dikelola dengan amanah dan kepercayaan.


Kampung Santri: Pusat Pembinaan Umat

Penyaluran zakat dilakukan di Kampung Santri Kaba-Kaba, sebuah komunitas pendidikan keagamaan yang menjadi pusat pembinaan spiritual bagi masyarakat Muslim di wilayah tersebut.

Kampung Santri ini dipimpin oleh Ustadz Widodo bersama Yuni Ambarwati, yang selama ini aktif membina para santri serta masyarakat sekitar melalui kegiatan pendidikan Al-Qur’an, pengajian, dan pembinaan akhlak.

Di tempat yang sederhana namun penuh semangat ini, nilai-nilai keislaman diajarkan kepada generasi muda, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kehidupan spiritual mereka.


Kaba-Kaba: Harmoni dalam Keberagaman

Desa Kaba-Kaba, yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Bali yang kuat. Di tengah keberagaman tersebut, masyarakat Muslim hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat sekitar.

Kegiatan penyaluran zakat di desa ini menjadi simbol bahwa nilai kepedulian sosial mampu melampaui batas-batas perbedaan dan memperkuat persaudaraan kemanusiaan.


Zakat sebagai Cahaya Kepedulian

Bagi LazisMi ICMI Bali, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat harapan agar tidak ada saudara yang terabaikan di tengah keberlimpahan Ramadhan.

Ketika santunan diberikan kepada para dhuafa di Kampung Santri, wajah-wajah penuh haru tampak menyambutnya. Bukan hanya karena bantuan materi yang mereka terima, tetapi juga karena perhatian dan kepedulian yang datang dari saudara-saudara mereka.

Di sinilah zakat menemukan makna terdalamnya.

Ia bukan sekadar kewajiban agama, melainkan cahaya kepedulian yang menghubungkan hati manusia dengan sesamanya.

Dan selama semangat berbagi itu terus dijaga, Ramadhan akan selalu menjadi bulan yang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. (RaYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'