Detail Artikel

Ceramah Ustad Nur Assyur: Meneladani Nabi Muhammad SAW dan Peran Perempuan Hebat dalam Islam



SUARA UMAT, Isi ceramahnya: 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga. Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa, rahmat bagi alam semesta, yang kehadirannya membawa cahaya bagi umat manusia.

PadaPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pimpinan Wilayah Wanita Islam Berlangsung Meriah di Denpasar

Denpasar, 26 September 2024 – Pimpinan Wilayah Wanita Islam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dengan penuh semarak di Gedung Tupperware, Jalan Mahendradatta, Denpasar. Acara yang berlangsung pada hari Kamis ini dihadiri oleh lebih dari 300 anggota Wanita Islam dari seluruh Bali, beserta tamu undangan dari berbagai ormas Islam dan masyarakat umum.

Khidmat dan Semarak, Peringatan Maulid Nabi Sarat Makna

Peringatan Maulid Nabi merupakan momentum berharga bagi umat Islam untuk meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menguatkan semangat ukhuwah Islamiyah. Acara dibuka tepat pukul 09.00 WITA dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh salah satu anggota Wanita Islam, disertai terjemahannya. Suasana menjadi lebih syahdu ketika para hadirin serempak melantunkan sholawat Nabi, mengungkapkan kecintaan dan kerinduan mereka kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW.

Sambutan Inspiratif dari Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam, Ibu Hj. Sri Widyastuti

Salah satu momen yang dinanti dalam acara ini adalah sambutan dari Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam, Ibu Hj. Sri Widyastuti. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan pesan yang sarat inspirasi tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam segala aspek kehidupan, khususnya bagi perempuan Muslimah yang berperan besar dalam membangun peradaban keluarga dan masyarakat.

"Kita, sebagai perempuan Muslim, memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitar, sebagaimana Rasulullah menjadi rahmatan lil ‘alamin. Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik refleksi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman dan takwa kita," ujar Ibu Hj. Sri Widyastuti dengan penuh semangat.

Beliau juga mengapresiasi dedikasi seluruh anggota Wanita Islam yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah, serta terus mendorong pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan dalam Islam.

Tausiah oleh Ustad Nur Assyur: Meneladani Kepemimpinan dan Akhlak Rasulullah SAW

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiah dari Ustad Nur Assyur, seorang ulama yang dikenal dengan dakwahnya yang menggugah. Dalam tausiah tersebut, beliau membahas bagaimana akhlak Nabi Muhammad SAW seharusnya menjadi teladan bagi setiap Muslim, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang serba cepat dan dinamis. Beliau menyoroti pentingnya kesabaran, kejujuran, dan kepemimpinan yang bijaksana, serta mengajak para peserta untuk menjadikan Rasulullah sebagai role model dalam kehidupan sehari-hari.

"Nabi Muhammad SAW adalah sosok pemimpin yang penuh kasih, tegas namun lembut, dan mampu menyatukan umat dengan kebijaksanaannya. Nilai-nilai inilah yang harus kita terapkan, terutama di zaman yang penuh ujian seperti saat ini. Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk meneladani beliau, baik dalam bekerja, berkeluarga, maupun bermasyarakat," pesan Ustad Nur Assyur di hadapan para peserta.

Hiburan Rebana dan Demo Masak: Menambah Semarak Acara.

Tidak hanya kegiatan keagamaan, peringatan Maulid Nabi ini juga dimeriahkan dengan penampilan rebana dari PC Wanita Islam Denpasar Barat. Dengan alunan musik Islami yang penuh semangat, grup rebana ini berhasil menyemarakkan suasana dan menghibur para peserta.

Menariknya lagi, dalam acara ini juga digelar demo masak yang dibawakan oleh Ibu Wiwik, seorang anggota Wanita Islam yang berpengalaman dalam dunia kuliner. Ibu Wiwik memperagakan teknik mengukus makanan dengan cara yang lebih cepat dan efisien, menggunakan peralatan modern namun tetap mempertahankan cita rasa tradisional. Peserta yang hadir sangat antusias, banyak dari mereka yang mencatat tips dan trik yang diberikan oleh Ibu Wiwik untuk diterapkan di rumah.

Ramah Tamah dan Door Prize: Mempererat Ukhuwah Islamiyah.

Setelah serangkaian acara formal selesai, peserta diajak untuk menikmati sesi ramah tamah yang penuh keakraban. Acara ini menjadi ajang bagi para peserta untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan inspirasi satu sama lain. Suasana semakin hangat dengan pembagian door prize yang menambah semangat para peserta.

Penutupan: Memperkuat Komitmen dalam Berdakwah dan Beramal

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Nur Assyur, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Muslim serta kemajuan bagi organisasi Wanita Islam. Pimpinan Wilayah Wanita Islam berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan semata, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus aktif berdakwah, beramal, dan berkontribusi kepada masyarakat.

Dengan semangat Maulid Nabi, Wanita Islam akan terus bergerak dan berkiprah dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Ditulis oleh: Rahma hari yang berbahagia ini, kita berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, memperingati kehadiran Rasulullah di dunia sebagai pemimpin yang penuh cinta kasih, yang mempersatukan umatnya dengan ajaran yang mulia. Pada kesempatan ini, saya akan berbicara tentang keteladanan Nabi Muhammad, peran perempuan-perempuan hebat pada zaman Nabi, sakratul maut, serta bagaimana wanita masa kini dapat menyeimbangkan peran mereka sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW

Bapak-Ibu sekalian, tidak ada sosok yang lebih sempurna untuk kita teladani selain Rasulullah SAW. Beliau adalah suami yang penuh kasih, pemimpin yang bijaksana, sahabat yang setia, dan hamba Allah yang paling taat. Salah satu hal yang luar biasa dari kehidupan beliau adalah kemampuannya dalam mengelola berbagai peran. Beliau selalu memberikan contoh bagaimana seorang Muslim harus menjalani hidup—dengan kejujuran, kebaikan hati, kesabaran, dan kasih sayang.

Nabi Muhammad SAW sangat menghormati kaum perempuan. Beliau memperlakukan istri-istrinya dengan adil dan penuh kasih sayang, menempatkan mereka dalam posisi yang terhormat. Kita ingat bagaimana Nabi selalu membantu pekerjaan rumah, walaupun beliau adalah pemimpin umat. Ini adalah contoh bagaimana kita harus memuliakan istri dan perempuan di dalam rumah tangga kita.

Wanita-Wanita Hebat Zaman Nabi

Di zaman Nabi, kita juga mengenal banyak perempuan hebat yang menjadi teladan bagi kita semua. Siapa yang tidak mengenal Sayyidah Khadijah RA, istri pertama Nabi Muhammad SAW? Beliau adalah seorang wanita karier, seorang pengusaha sukses, tetapi juga istri yang penuh cinta dan pendukung utama dakwah Rasulullah. Khadijah adalah contoh nyata bagaimana seorang wanita karier bisa menjalankan perannya tanpa melupakan tugas utamanya sebagai istri yang setia dan pendamping suami yang luar biasa.

Selain Khadijah, kita juga mengenal Sayyidah Aisyah RA, istri Nabi yang cerdas dan berani, yang banyak meriwayatkan hadits-hadits dari Rasulullah dan menjadi sumber ilmu bagi banyak sahabat. Aisyah adalah simbol bahwa wanita juga memiliki peran penting dalam penyebaran ilmu dan dakwah. Dan jangan lupa Sayyidah Fatimah RA, putri Rasulullah yang menjadi teladan kesabaran, keteguhan hati, dan pengabdian pada keluarganya.

Sakratul Maut dan Kasih Sayang Nabi kepada Umatnya

Saudara-saudara sekalian, ada satu kisah yang menyentuh hati kita semua tentang betapa besar cinta Rasulullah kepada umatnya. Saat Rasulullah SAW mengalami sakratul maut, beliau merasakan sakit yang luar biasa. Namun, di tengah rasa sakit yang mendera, apa yang dipikirkan oleh Rasulullah? Beliau memohon kepada Allah agar setengah dari rasa sakit sakratul maut umatnya diambil dan ditanggung oleh beliau sendiri.

Bayangkan, betapa besar kasih sayang beliau kepada kita, umatnya. Sebagai manusia biasa, kita pasti akan merasakan sakratul maut ketika tiba saatnya nanti. Namun, berkat rahmat Allah dan kasih sayang Rasulullah, sebagian dari rasa sakit itu telah diringankan. Maka, tugas kita sebagai umatnya adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi saat itu dengan meningkatkan iman dan takwa.

Wanita Karier dan Ibu Rumah Tangga: Sebuah Keseimbangan

Bapak-Ibu sekalian, di zaman modern ini, banyak di antara kita yang menghadapi dilema besar antara memilih untuk menjadi ibu rumah tangga atau wanita karier. Kedua pilihan ini memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing. Wanita karier, seperti Sayyidah Khadijah, memiliki peran besar dalam menopang ekonomi keluarga dan berkontribusi pada masyarakat melalui pekerjaan mereka. Namun, tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan antara karier dan kewajiban di rumah.

Sebaliknya, menjadi ibu rumah tangga juga merupakan pilihan yang mulia. Ibu rumah tangga memegang tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak dan menjaga keharmonisan keluarga. Mereka menjadi madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Tantangannya adalah bahwa seringkali peran ibu rumah tangga ini kurang dihargai, padahal peran mereka sangat penting dalam membangun generasi yang berkualitas.

Peran Istri sebagai Motivator dan Auditor Suami

Di dalam rumah tangga, seorang istri tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motivator dan auditor bagi suami. Sebagai motivator, seorang istri harus selalu mendukung suaminya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Ingatlah bahwa di balik setiap laki-laki sukses, ada seorang istri yang kuat dan penuh cinta.

Namun, istri juga harus berperan sebagai auditor bagi suami. Apa maksudnya? Sebagai auditor, istri harus mengingatkan suaminya apabila ia mulai menyimpang dari ajaran agama atau lupa akan tanggung jawabnya. Istri harus menjadi cermin yang mengingatkan suami agar tetap berada di jalan yang benar. Bukan hanya menyetujui segala hal, tetapi juga memberi masukan yang konstruktif.

Plus Minus Istri Rumah Tangga dan Wanita Karier

Mari kita lihat beberapa plus minus dari kedua pilihan ini. Menjadi ibu rumah tangga memiliki kelebihan berupa kedekatan yang lebih intens dengan anak-anak, waktu yang lebih fleksibel untuk mengurus keluarga, dan memberikan perhatian penuh kepada suami. Namun, tantangannya adalah potensi kurangnya aktualisasi diri di luar rumah, serta beban psikologis yang kadang tidak dipahami oleh orang lain.

Di sisi lain, wanita karier memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri di luar rumah, memiliki penghasilan sendiri, dan berkontribusi secara langsung dalam ekonomi keluarga. Namun, tantangannya adalah waktu yang terbatas untuk keluarga dan kemungkinan adanya tekanan untuk menyeimbangkan peran sebagai istri, ibu, dan pekerja.

Penutup

Saudara-saudari sekalian, kita belajar bahwa Rasulullah dan para perempuan di sekitarnya memberikan teladan yang luar biasa. Baik sebagai ibu rumah tangga atau wanita karier, tugas utama kita adalah menjaga keseimbangan dan memastikan bahwa kita tetap berjalan di jalan yang diridhai Allah SWT. Jadilah istri yang menjadi motivator sekaligus auditor bagi suami, karena dengan peran tersebut, kita dapat membantu keluarga kita mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Semoga kita semua dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dan para perempuan hebat di sekitarnya. Mari kita jalani hidup ini dengan penuh iman, ketakwaan, dan kesabaran. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (RAHMA)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'