Detail Artikel

Dampak Internet terhadap Kesehatan: Antara Manfaat dan Ancaman bagi Generasi

Judul: Dampak Internet terhadap Kesehatan: Antara Manfaat dan Ancaman bagi Generasi

Denpasar, 22 April 2026 — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan. Dalam wawancara bersama Suara Umat dan Radio Megantara Bali, Dr. Zakaria Adam, S.Pog., mengungkapkan bahwa internet ibarat “pisau bermata dua” yang dapat memberikan manfaat maupun risiko, tergantung pada cara penggunaannya.

Menurut beliau, internet bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk, selama digunakan secara tepat. “Jika ditempatkan pada posisi yang benar, internet dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari edukasi hingga informasi kesehatan,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan yang tidak tepat justru dapat menjadi sumber masalah, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan sosial.

Ketergantungan dan Dampak Psikologis

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah ketergantungan terhadap gadget dan internet, terutama pada anak-anak. Dr. Zakaria menyoroti fenomena di mana anak usia sangat dini sudah terbiasa menggunakan gadget tanpa pengawasan yang memadai.

“Akibat buruknya adalah ketergantungan. Anak bisa melupakan waktu belajar, ibadah, bahkan interaksi dengan orang tua,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun dampaknya tidak selalu terlihat secara fisik, pengaruh terhadap kesehatan psikologis sangat signifikan.

Ancaman Konten Negatif

Selain itu, kemudahan akses internet juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terpapar konten yang tidak bermanfaat. “Banyak informasi yang menarik untuk ditonton, tetapi tidak memberikan nilai positif, bahkan merugikan,” katanya.

Fenomena seperti kecanduan media sosial dan konsumsi konten hiburan berlebihan dapat mengganggu produktivitas serta kualitas hidup. Oleh karena itu, kemampuan memilah informasi menjadi hal yang sangat penting di era digital ini.

Menurunnya Aktivitas Motorik Anak

Dr. Zakaria juga menyoroti dampak teknologi terhadap aktivitas fisik anak. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan aktivitas motorik, yang berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Anak-anak menjadi kurang bergerak, kurang berinteraksi secara langsung, dan ini berdampak pada perkembangan fisik maupun sosial mereka,” ungkapnya.

Peran Orang Tua Sangat Krusial

Sebagai solusi, Dr. Zakaria menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan internet. Pembatasan waktu layar (screen time) menjadi langkah utama yang harus diterapkan.

“Orang tua harus bisa menentukan kapan anak boleh menggunakan gadget dan kapan harus berhenti. Jangan sampai anak dibiarkan tanpa kontrol,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong orang tua untuk:

  • Mengarahkan anak pada konten yang edukatif
  • Menghindari paparan informasi yang menyesatkan
  • Menanamkan nilai agama dan sosial sejak dini

Pesan Penutup: Gunakan Internet Secara Bijak

Sebagai penutup, Dr. Zakaria memberikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Gunakan internet dengan baik dan bijak. Verifikasi informasi, hindari hoaks, jaga sopan santun dalam berinteraksi, dan batasi waktu penggunaan demi kesehatan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa keseimbangan antara teknologi, pendidikan, dan nilai-nilai agama sangat penting untuk membentuk generasi yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

“Generasi yang kuat adalah generasi yang mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik,” tutupnya.(AMBAR)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'