Detail Artikel

Dari Jakarta untuk Indonesia: Rakernas Lantip 2026 Teguhkan Silaturahmi, Budaya, dan Nilai Kemanusiaan”

Dari Jakarta untuk Indonesia: Rakernas Lantip 2026 Teguhkan Silaturahmi, Budaya, dan Nilai Kemanusiaan”

 

 

Jakarta .Rapat Kerja Nasional (Rakernas) organisasi Lantip yang digelar di Jakarta pada 18 April 2026 berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, sekaligus sarat pesan moral tentang kebersamaan, pengabdian, dan nilai kemanusiaan lintas generasi.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi konsolidasi nasional yang lazim dilakukan berbagai organisasi di Indonesia, di mana Rakernas berfungsi sebagai forum strategis untuk memperkuat arah program kerja, mempererat jaringan, dan menyatukan visi organisasi secara nasional ([nasional.sindonews.com][1]).

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Lantip, Komjen (Purn) Ito Sumardi, menekankan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia yang dilandasi nilai saling menghormati dan memaafkan.

 

Tidak akan luput dari kesalahan. Dan saling memaafkan itu adalah ajaran universal di semua agama, ujarnya di hadapan peserta Rakernas.

 

Ia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks kehidupan sosial, menurutnya, tidak ada manusia yang bebas dari kekhilafan.

 

Sebagai manusia, kita pasti pernah berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Karena itu, saling memaafkan menjadi kunci menjaga persaudaraan, lanjutnya.

 

Nuansa Kekeluargaan dan Refleksi Kehidupan

 

Pidato yang disampaikan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga diselingi humor dan refleksi kehidupan yang membuat suasana menjadi cair. Ito Sumardi bahkan menyinggung dinamika kehidupan rumah tangga secara ringan untuk menggambarkan realitas manusiawi yang dekat dengan peserta.

 

Namun di balik canda tersebut, terselip pesan mendalam tentang keterbatasan hidup manusia.

 

Kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang menghitung hari, bulan, atau tahun. Tapi selama masih diberi kesempatan hidup, kita harus memperbaiki hubungan dengan sesama, katanya.

 

Pesan ini menjadi refleksi penting bagi para peserta Rakernas yang sebagian besar merupakan tokoh senior dengan pengalaman panjang dalam pengabdian.

 

Penguatan Silaturahmi sebagai Agenda Utama

 

Rakernas Lantip tahun ini juga dikemas dalam suasana halal bihalal, sehingga memperkuat dimensi spiritual dan sosial acara. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antaranggota dari berbagai daerah.

 

Kita tidak mungkin selamanya bertemu. Maka selama masih diberi kesempatan, mari kita perkuat kebersamaan dan persaudaraan, ujar Ito Sumardi.

 

Kegiatan ini mencerminkan karakter khas organisasi sosial kemasyarakatan di Indonesia, di mana nilai kekeluargaan menjadi elemen penting dalam konsolidasi nasional.

 

Sebagaimana berbagai Rakernas organisasi lain di Indonesia, forum seperti ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi juga ruang dialog, refleksi, dan penguatan solidaritas nasional

 

Apresiasi dan Penghargaan

 

Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan dan kontribusi dalam memperkuat hubungan organisasi, termasuk sinergi dengan jaringan internasional.

 

Momentum ini memperlihatkan bahwa Lantip tidak hanya berfokus pada konsolidasi internal, tetapi juga membuka diri terhadap kerja sama global.

 

Penutup

 

Rakernas Lantip 2026 di Jakarta menjadi bukti bahwa organisasi berbasis pengabdian masih memiliki peran penting dalam menjaga nilai persatuan dan kebersamaan di tengah dinamika zaman.

 

Pesan utama yang mengemuka adalah sederhana namun mendasar: menjaga hubungan baik antarmanusia, memperkuat silaturahmi, dan menyadari bahwa waktu hidup adalah terbatas

 

Dalam konteks itulah, Rakernas ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang perenungan tentang makna kehidupan dan pengabdian.(RORIE)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'