Dari Muding ke Panggung Dunia: Kaiva Idris, Srikandi Panahan yang Mengharumkan Nama Bina Ihsan Mulia
Dari Muding ke Panggung Dunia:
Kaiva Idris, Srikandi Panahan yang Mengharumkan Nama Bina Ihsan Mulia
Oleh: Redaksi Tabloid Suara Umat
Badung, Bali — Prestasi bukanlah sesuatu
yang hadir secara instan. Ia lahir dari ketekunan, disiplin, dan dukungan
lingkungan yang tepat. Hal inilah yang tergambar jelas dalam sosok Kaiva
Idris, siswi kelas VIII MTs Bina Ihsan Mulia, yang berhasil menorehkan
prestasi gemilang di bidang olahraga panahan hingga ke level internasional.
Dalam sesi wawancara bersama
Radio Megantara Bali, Kaiva tampil sebagai representasi nyata keberhasilan
sinergi antara potensi individu dan sistem pendidikan yang suportif.
Awal Mula: Terinspirasi dari
Sosok Terdekat
Perjalanan Kaiva di dunia
panahan dimulai sejak usia dini, tepatnya saat duduk di bangku kelas II sekolah
dasar. Ketertarikannya tidak datang begitu saja, melainkan tumbuh dari
kekaguman terhadap sosok kakaknya yang juga seorang atlet panahan berprestasi.
“Saya melihat kakak sering
bertanding dan selalu juara satu. Dari situ saya merasa tertarik dan ingin
mengikuti jejaknya,” ungkap
Kaiva.
Dorongan kuat dari dalam diri
membuatnya mulai serius menekuni panahan sejak tahun 2018–2019. Tak butuh waktu
lama, bakatnya mulai terlihat ketika ia mengikuti kompetisi pertamanya.
Menapaki Tangga Prestasi: Dari
Lokal hingga Internasional
Prestasi pertama Kaiva diraih
saat mengikuti Pekan Olahraga Pelajar ketika masih duduk di kelas III SD,
dengan meraih juara II. Sejak saat itu, grafik prestasinya terus
menanjak.
Puncaknya terjadi pada tahun
2023, ketika ia berhasil meraih juara I tingkat kabupaten, yang kemudian
membawanya melaju ke tingkat provinsi dan nasional.
Tak berhenti di situ, Kaiva
bahkan berhasil menembus kompetisi internasional, mewakili Bali dan Indonesia
dalam ajang panahan yang diikuti oleh atlet dari berbagai negara seperti India
dan Malaysia.
“Saya bersyukur bisa mewakili
Bali hingga ke tingkat internasional dan meraih juara dalam babak kualifikasi,” ujarnya dengan penuh kerendahan
hati.
Dukungan Total dari Sekolah:
Kunci Kesuksesan
Di balik capaian tersebut, peran
Lembaga Pendidikan Bina Ihsan Mulia menjadi faktor penting yang tidak dapat
diabaikan. Sekolah memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk kebijakan
akademik maupun pendampingan langsung.
“Sekolah sangat men-support.
Saya bahkan pernah hampir tiga minggu tidak masuk karena persiapan seleksi, dan
tetap diberikan kesempatan,” jelas Kaiva.
Pendampingan juga diberikan oleh
guru, baik saat di jenjang MI maupun MTs. Kehadiran guru dalam setiap kompetisi
menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung siswanya.
“Guru selalu mendampingi dari
pagi hingga sore saat lomba. Itu sangat berarti bagi saya,” tambahnya.
Menjaga Keseimbangan Akademik
dan Prestasi
Meski disibukkan dengan latihan
dan kompetisi, Kaiva tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Ia
memiliki strategi tersendiri untuk mengejar ketertinggalan pelajaran.
“Saya biasanya bertanya ke teman
tentang tugas, lalu di kelas lebih fokus mendengarkan guru agar bisa memahami
materi yang tertinggal,” tuturnya.
Hal ini menunjukkan bahwa
prestasi non-akademik tidak menjadi penghalang untuk tetap unggul dalam bidang
akademik, selama ada kemauan dan manajemen waktu yang baik.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Keberhasilan Kaiva bukan hanya
menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi siswa lain di Bina Ihsan
Mulia. Meski ia aktif berlatih di klub luar sekolah, semangatnya untuk mengajak
teman-temannya mencoba dunia panahan tetap ada.
Namun ia menyadari bahwa
olahraga ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang tidak ringan.
“Panahan itu butuh kekuatan
fisik dan mental. Tidak semua siap, tapi saya berharap ke depan akan ada yang
mengikuti jejak ini,” ujarnya.
Harapan dan Masa Depan
Dengan segala pencapaian yang
telah diraih, Kaiva tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia tidak menuntut
lebih, melainkan ingin terus berkembang dan memberikan yang terbaik.
“Support dari sekolah sudah
sangat cukup. Saya hanya ingin terus maju dan menjadi lebih baik ke depannya,” katanya.
Bina Ihsan Mulia: Mencetak
Generasi Berprestasi dan Berkarakter
Kisah Kaiva Idris menjadi bukti
nyata bahwa Bina Ihsan Mulia bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga
wadah pembinaan potensi siswa secara menyeluruh. Dukungan terhadap minat
dan bakat siswa, baik akademik maupun non-akademik, menjadi kekuatan utama
dalam mencetak generasi unggul.
Keberhasilan ini sekaligus
menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat:
“Mari percayakan pendidikan
putra-putri Anda kepada lembaga yang tidak hanya mengedepankan ilmu, tetapi
juga membina prestasi dan karakter.”
Dari Muding Indah, sebuah kisah
inspiratif telah lahir. Kaiva Idris adalah bukti bahwa dengan dukungan yang
tepat, anak-anak bangsa mampu menembus batas—bahkan hingga ke panggung
dunia.(RAHMA & AMBAR)



