“Dari Panggung ke Dunia: Doorprize Bernilai Ekspor Warnai HUT Lantipda Gianyar”
“Dari Panggung ke Dunia: Doorprize Bernilai Ekspor Warnai HUT Lantipda Gianyar”
Gianyar — Kemeriahan HUT ke-1 Lantipda Kabupaten Gianyar tidak hanya hadir dalam rangkaian acara dan hiburan, tetapi juga terasa saat sesi pembagian doorprize yang berlangsung penuh antusias. Namun, yang menjadikan momen ini berbeda adalah nilai dan makna di balik hadiah yang dibagikan.
Bukan sekadar bingkisan biasa, doorprize yang disiapkan merupakan produk berkualitas ekspor berupa ukiran seni karya anak bangsa. Setiap detailnya mencerminkan kehalusan rasa, ketekunan, dan identitas budaya yang kuat—sebuah representasi dari kekayaan seni Indonesia yang mampu menembus pasar internasional.
Hal ini tidak terlepas dari sosok L. Wayan Lasia, Ketua Lantipda Gianyar, yang dikenal sebagai eksportir produk seni ke mancanegara sebelum kini juga berkarya sebagai kontraktor. Pengalamannya di dunia ekspor menjadi jembatan bagi karya lokal untuk dikenal lebih luas.
“Ini bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkenalkan karya anak bangsa ke ruang yang lebih luas,” tersirat dalam semangat pembagian doorprize tersebut.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Setiap nama yang dipanggil disambut dengan sorak kegembiraan, menghadirkan suasana hangat yang penuh kejutan. Namun di balik itu, terdapat pesan yang lebih dalam: bahwa karya lokal memiliki nilai tinggi dan layak dibanggakan.
Ukiran-ukiran yang dibagikan bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan filosofi budaya. Dari motif hingga teknik pengerjaan, semuanya merupakan hasil dari warisan keterampilan yang terus dijaga dan dikembangkan oleh para perajin Indonesia.
Kehadiran doorprize ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap industri kreatif lokal. Dalam konteks kegiatan Lantipda, hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya berbentuk sosial, tetapi juga ekonomi dan budaya.
Perjalanan L. Wayan Lasia dari eksportir seni menuju dunia konstruksi juga menjadi simbol bahwa transformasi dan adaptasi adalah bagian dari proses kehidupan. Namun satu hal yang tetap dijaga adalah komitmen untuk mengangkat nilai karya lokal ke panggung yang lebih tinggi.
“Dari ukiran sederhana, lahir karya yang mampu menembus dunia,” menjadi refleksi dari apa yang ditampilkan dalam sesi ini.
Dengan demikian, pembagian doorprize bukan lagi sekadar penutup permainan atau selingan acara, melainkan pernyataan bahwa seni, budaya, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan dalam membangun kebanggaan bangsa.
Di tangan yang tepat, karya lokal bukan hanya menjadi hadiah—tetapi menjadi cerita, identitas, dan kebanggaan yang melintasi batas negeri.(RAYD)



