Dari Renon untuk Indonesia: Ir. Hj. Nimmi Gulam Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital dan Ramah Lingkungan
Dari Renon
untuk Indonesia: Ir. Hj. Nimmi Gulam Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital dan
Ramah Lingkungan
Denpasar, 3
Mei 2026 — Di
tengah geliat ekonomi kreatif Bali yang terus bertumbuh, sosok Ir. Hj. Nimmi
Gulam tampil sebagai salah satu motor penggerak pemberdayaan pelaku usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam wawancara eksklusif bersama Media
Jurnal News, Suara Umat, dan Radio Megantara Bali yang berlangsung di Soto
Surabaya Renon, ia memaparkan visi, pengalaman, serta strategi membangun UMKM
agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.
Didampingi
reporter Ambarwati, wawancara yang berlangsung pada Ahad, 3 Mei 2026 itu
mengalir dalam suasana hangat namun sarat gagasan. Nimmi, yang telah 28
tahun berkecimpung di dunia usaha, kini dikenal sebagai pendamping resmi
dan pembina industri UMKM nasional, sekaligus Komisaris NAT Natural Alami
Tea dan penggerak komunitas melalui GEM Network International.
“Harapan
kami sederhana, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan
berkelanjutan,” ujarnya mantap.
UMKM Bali: Tumbuh Pesat, Tantangan Meningkat
Menurut
Nimmi, pertumbuhan UMKM di Bali menunjukkan tren signifikan, dengan dominasi
sektor kuliner mencapai sekitar 80 persen. Namun di balik angka tersebut,
tersimpan berbagai tantangan mendasar yang kerap luput dari perhatian pelaku
usaha.
“Banyak
yang sudah punya modal dan produk, tetapi belum memperhatikan legalitas,
kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran. Padahal itu kunci agar
usaha bisa bertahan,” jelasnya.
Ia
menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak cukup diukur dari penjualan sesaat,
melainkan dari kemampuan menciptakan repeat order, memperluas pasar, dan
membangun sistem usaha yang berkelanjutan.
Digitalisasi dan Networking: Kunci Naik Kelas
Memasuki
era digital, Nimmi mendorong pelaku UMKM untuk tidak lagi bergantung pada
metode konvensional. Digitalisasi, menurutnya, bukan sekadar tren, melainkan
kebutuhan.
“Pelaku
usaha harus mampu menjangkau pasar lebih luas melalui teknologi. Selain itu, networking
menjadi kunci—usaha harus terkoneksi, tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Ia juga
menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan,
pemerintah, hingga komunitas, guna memperkuat ekosistem UMKM di Bali.
Perempuan Jadi Motor UMKM
Menariknya,
Nimmi mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Bali didominasi oleh
perempuan, terutama sejak masa pandemi 2020.
“Perempuan
punya kelebihan dalam kreativitas dan kemampuan menjual. Mereka cepat
beradaptasi dan mampu melihat peluang,” ujarnya.
Fenomena
ini, menurutnya, menjadi potensi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi
keluarga sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Menuju UMKM Ramah Lingkungan
Tak hanya
soal ekonomi, Nimmi juga menyoroti isu lingkungan yang kini menjadi perhatian
serius di Bali, khususnya terkait sampah plastik. Ia menginisiasi penggunaan
kemasan ramah lingkungan dalam produk UMKM, termasuk melalui brand NAT Natural
Alami Tea yang telah lolos kurasi karena menggunakan material reusable
dan minim plastik.
“Kita harus
mulai dari hal kecil, seperti mengurangi plastik. Bisa gunakan daun pisang,
bambu, atau bahan lain yang mudah terurai,” ungkapnya.
Langkah ini
dinilai penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan
kelestarian lingkungan.
Harapan: UMKM sebagai Kekuatan Ekonomi Nasional
Di akhir
wawancara, Nimmi menyampaikan pesan yang menggugah: kesuksesan bukan sekadar
hasil akhir, melainkan proses yang konsisten dan penuh pembelajaran.
“Sukses itu
bukan hanya soal omzet besar, tetapi bagaimana usaha itu terus hidup,
berkembang, dan memberi manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Ia pun
mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam membangun UMKM
yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing global.
Dari sebuah
ruang sederhana di Renon, gagasan besar itu mengalir—bahwa UMKM bukan sekadar
sektor ekonomi, melainkan denyut nadi kemandirian bangsa. Di tangan para pelaku
yang tekun dan pemimpin yang visioner, harapan itu bukan sekadar wacana,
melainkan masa depan yang sedang dibangun, satu langkah kecil setiap harinya.
(AMBAR & RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



