Detail Artikel

Dari Sekretariat Sederhana Menuju Panggung Kebersamaan: Komitmen Lantipda Gianyar di Usia Perdana”

Dari Sekretariat Sederhana Menuju Panggung Kebersamaan: Komitmen Lantipda Gianyar di Usia Perdana”

Gianyar — Di balik kemeriahan HUT ke-1 Lantipda Kabupaten Gianyar yang dirangkai dengan peringatan Hari Kartini, tersimpan narasi ketulusan dan komitmen yang menjadi fondasi berdirinya organisasi ini. Hal tersebut terungkap dalam wawancara bersama Ketua Lantipda Gianyar, L. Wayan Lasia, yang menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol perjalanan awal yang penuh makna.

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, ia menuturkan bahwa seluruh persiapan kegiatan dilakukan dengan mengacu pada arahan dari penasehat dan pengawas organisasi, sekaligus mengedepankan semangat kebersamaan.

“Semua kami siapkan sesuai arahan penasehat dan pengawas, selebihnya kami jalankan dengan semangat bersama,” ungkapnya.

Menariknya, lokasi kegiatan dipilih bukan karena kemewahan, melainkan karena kedekatan emosional. Perayaan dilangsungkan di sekretariat sendiri yang selama ini menjadi pusat aktivitas organisasi.

“Inilah yang kami miliki, tempat kami berkegiatan selama ini. Maka kami memilih merayakannya di sini,” jelasnya, merujuk pada sekretariat di Jalan Mulawarman, Gianyar.

Pilihan tersebut justru memperkuat identitas Lantipda sebagai organisasi yang tumbuh dari kesederhanaan, namun kaya akan nilai kebersamaan. Ruang yang selama ini menjadi tempat berproses, kini menjadi saksi perjalanan satu tahun yang penuh dinamika.

Dalam pelaksanaannya, dukungan berbagai pihak turut menjadi kekuatan utama. Mulai dari tenaga kesehatan, donatur, hingga relawan sosial yang terlibat secara aktif.

“Ada banyak pihak yang membantu, dari layanan kesehatan hingga para donatur. Ini adalah kerja bersama,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dibangun atas dasar kemewahan, melainkan ketulusan dan kehadiran.

“Kami tidak mengedepankan kemewahan. Yang penting adalah semangat dan kebersamaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Wayan Lasia juga menyampaikan harapannya terhadap masa depan Lantipda Gianyar. Ia ingin agar momentum ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota untuk terus bergerak dan berkembang.

“Kami berharap ke depan semua anggota semakin semangat untuk berkegiatan dan memberi manfaat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa meskipun usia organisasi masih muda, langkah yang diambil harus tetap terarah dan berkelanjutan. Perayaan ini menjadi titik awal untuk memperkuat eksistensi Lantipda di tengah masyarakat.

Dalam keseluruhan rangkaian acara, terlihat jelas bahwa Lantipda bukan sekadar organisasi lansia, melainkan komunitas yang hidup dari semangat aktif, peduli, dan berkarya.

Dari sekretariat sederhana, lahir gerakan yang penuh makna—membuktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama, dan usia bukanlah batas untuk terus memberi arti.(RAYD & AMBAR)

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'