Detail Artikel

Darwin Hutabarat: Saroha, Dari Warisan Sesepuh Hingga Dedikasi Generasi Muda

Darwin Hutabarat: Saroha, Dari Warisan Sesepuh Hingga Dedikasi Generasi Muda

Denpasar – Dalam sambutannya yang penuh makna, Darwin Hutabarat mewakili Perkumpulan Persaudaraan Batak Saroha menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi erat dengan ICMI Orwil Bali dan IKMS. Ia menekankan bahwa melalui kerja bersama ini, masyarakat luas semakin mengenal Saroha, sebuah organisasi yang kini telah berbadan hukum dan ditopang oleh semangat generasi mudanya.

Jejak Sejarah dari 1975

Darwin menuturkan kembali sejarah panjang Saroha yang berawal sejak tahun 1975. Saat itu, para sesepuh dan tetua warga Medan yang merantau, bekerja, dan menetap di Bali merasa perlu membangun sebuah wadah persaudaraan. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi — mulai dari guru, pengusaha, tentara, pekerja sektor informal hingga non formal — dengan satu cita-cita: menjaga persaudaraan sekaligus memperkuat identitas budaya di tanah rantau.

Nilai-Nilai Non Formal sebagai Warisan

Lebih dari sekadar organisasi sosial, Saroha tumbuh sebagai sekolah kehidupan. Kepada generasi mudanya, para sesepuh menitipkan pelajaran-pelajaran non formal yang menjadi fondasi moral: adab kepada orang tua, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, hingga berbagai soft skill yang membentuk karakter dan budi pekerti.

Darwin menegaskan, warisan nilai-nilai sederhana inilah yang menjadikan Saroha bertahan lintas generasi. “Kekuatan kami bukan hanya pada jumlah, tetapi pada nilai yang kami jaga. Nilai persaudaraan, hormat pada sesepuh, dan cinta pada tanah rantau tempat kami hidup,” ujarnya.

Saroha Hari Ini: Organisasi yang Bertransformasi

Kini, di tangan generasi muda, Saroha tidak lagi sekadar komunitas paguyuban, melainkan organisasi yang sah secara hukum, dengan visi lebih besar: memperkuat kontribusi sosial dan budaya di Bali. Kehadiran Saroha di forum budaya bersama ICMI dan IKMS menjadi bukti keterbukaan dan semangat kolaborasi lintas suku dan profesi.


Makna Sambutan

Sambutan Darwin Hutabarat tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga pesan moral tentang pentingnya kolaborasi, pelestarian nilai, dan regenerasi. Melalui kerja bersama dengan ICMI dan IKMS, Saroha membuka diri sebagai bagian integral dari masyarakat Bali yang majemuk, menjaga persaudaraan sekaligus menanamkan warisan kultural yang lestari.(RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'