Detail Artikel

Denpasar Menangis, Solidaritas Bangkit: Kolaborasi Lintas Iman untuk Korban Banjir

Denpasar Menangis, Solidaritas Bangkit: Kolaborasi Lintas Iman untuk Korban Banjir

Denpasar, 11 September 2025 – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam telah melumpuhkan Kota Denpasar. Sedikitnya 40 titik terendam, ribuan rumah tergenang, sebagian bahkan hingga menutup atap. Di balik genangan yang muram, lahirlah denyut baru: denyut solidaritas.

Kolaborasi Tanpa Sekat

Gerakan kemanusiaan ini dipelopori oleh LazisMi ICMI Orwil Bali, di bawah kepemimpinan H. Imam Asrorie, yang berkolaborasi erat dengan Lantip (Lansia Aktif Indonesia) pimpinan H. Henk Kusumawardana. Bersama mereka hadir Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI), serta dukungan media dari Suara Umat yang menjadi corong kepedulian masyarakat.

Namun yang paling menyentuh adalah wajah kerelawanan yang lahir tanpa memandang batas keyakinan. Relawan Lantip datang dari berbagai latar iman—Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Islam—bergandengan tangan, menata bantuan, menyalurkan harapan. Denpasar yang muram mendadak menemukan cahaya persaudaraan lintas agama.

Posko Peduli Banjir

Posko utama kini berdiri di Rumah Makan Bundo Kanduang, milik H. Muslim, di Jl. Yos Sudarso No. 4, Denpasar. Dari dapur sederhana itu, aroma masakan dan simpati berpadu, menjadi energi bagi para relawan yang siang malam menyalurkan bantuan.

Kebutuhan yang dihimpun meliputi:

Sandang: pakaian bayi, balita, dan dewasa

Pangan: beras, lauk, susu, makanan cepat saji

Hygiene kit dan selimut

Bantuan tunai

Donasi tunai dapat disalurkan melalui:

 BSI Syariah 7225021613

a.n. Laziswaf ICMI Bali

Hingga Kamis siang, total donasi yang telah terkumpul mencapai Rp 8.500.000. Dana ini tengah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga terdampak.

Denpasar, Kita Bersama

Banjir kali ini bukan hanya ujian bagi infrastruktur kota, tetapi juga bagi rasa kemanusiaan kita. Di tengah air yang merendam, muncul jembatan hati: orang-orang yang mungkin berbeda keyakinan, berbeda organisasi, namun dipersatukan oleh panggilan nurani untuk menyelamatkan sesama.

“Solidaritas inilah wajah sejati Denpasar: kota yang berdiri di atas harmoni dan kepedulian. Mari, siapa pun kita, di mana pun berada, ulurkan tangan. Karena setiap rupiah, setiap pakaian, setiap nasi bungkus, adalah napas kehidupan bagi saudara kita yang tengah berjuang,” ungkap H. Imam Asrorie, Ketua ICMI Orwil Bali.

Senada dengan itu, H. Henk Kusumawardana, Ketua Lantip Bali, menegaskan: “Bencana tidak mengenal agama. Maka kepedulian pun tak boleh dibatasi sekat. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa kemanusiaan lebih besar daripada perbedaan.”

 Dari Denpasar yang masih tergenang, seruan itu mengalun: “Peduli hari ini, selamatkan esok.” (RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'