Di Setiayaki No. 9, Toleransi Dihidangkan Bersama Takjil dan Doa
Di Setiayaki No. 9, Toleransi Dihidangkan Bersama Takjil dan Doa
Denpasar — Senja belum sepenuhnya turun ketika halaman rumah di Jalan Setiayaki No. 9 Denpasar mulai dipenuhi langkah-langkah yang datang dengan satu semangat: kebersamaan. Angin sore membawa sisa hujan yang baru saja reda, menyisakan lantai yang masih lembap dan udara yang terasa bersih. Di rumah itulah, toleransi tidak sekadar dibicarakan—ia dihidangkan bersama takjil dan doa.
Kediaman Tini Gorda sore itu kembali menjadi ruang temu lintas iman. Umat Muslim, Katolik, Kristen, Hindu, hingga Buddha duduk berdampingan dalam satu ruang terbuka yang asri. Tanpa sekat, tanpa jarak. Hanya ada senyum yang saling menyapa dan percakapan yang mengalir hangat.
Dalam sambutannya, Tini Gorda membuka dengan salam lintas keyakinan—sebuah isyarat bahwa rumah itu adalah rumah bersama. Ia menegaskan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan yang harus dirawat.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kita baik-baik saja. Kita semua adalah anak-anak Tuhan. Tidak ada agama yang lebih hebat dari yang lain. Yang ada adalah bagaimana kita saling menghormati dan menguatkan,” ujarnya dengan tenang namun penuh keyakinan.
Rumah yang Menjadi Ruang Bersama
Rumah di Setiayaki No. 9 bukan hanya alamat. Ia telah menjelma menjadi simbol moderasi beragama yang hidup. Setiap tahun, perayaan hari besar keagamaan dirayakan secara bergantian dan bersama-sama—Ramadan, Natal, hingga perayaan lainnya—sebagai praktik nyata toleransi.
Sore itu, buka puasa bersama bukan sekadar agenda Ramadan. Ia adalah bagian dari gerakan kolaboratif yang melibatkan sedikitnya sepuluh organisasi dan komunitas sosial: dari forum kepemudaan, komunitas perempuan pemimpin, lembaga perlindungan anak, hingga jejaring ekonomi kreatif.
“Kekuatan kita adalah sinergi. Kalau sendiri mungkin terasa berat. Tapi ketika bersama, yang kecil-kecil itu menjadi bukit,” kata Tini, disambut anggukan para hadirin.
Perdamaian sebagai Tindakan, Bukan Slogan
Menurut Tini, kegiatan ini merupakan bagian dari fokus gerakan sosial yang ia dan jejaringnya bangun, salah satunya bidang perdamaian dan perlindungan anak. Ia menekankan bahwa kerja sosial tidak boleh menunggu krisis.
“Melindungi anak bukan menunggu ada kasus. Justru sebelum terjadi apa-apa, kita harus hadir. Pencegahan mungkin tidak selalu terlihat, tetapi di situlah fondasi masa depan dibangun,” tegasnya.
Pesan itu terasa relevan di tengah dinamika sosial yang kerap menguji ketahanan toleransi. Namun di Setiayaki, yang terlihat justru sebaliknya: harmoni yang tumbuh dari perjumpaan.
Pesan untuk Generasi Muda
Di hadapan para remaja dan mahasiswa yang hadir, Tini menyampaikan pesan tentang keberanian membangun masa depan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak berjalan sendiri, tetapi bergabung dalam komunitas yang membentuk karakter dan kompetensi.
“Kalau ingin jadi pengusaha, cari komunitasnya. Kalau ingin mengembangkan ekonomi kreatif, sudah ada wadahnya. Kalau ingin belajar kepemimpinan, bergabunglah. Mulai hari ini kita sudah tersambung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak muda tidak hanya menunggu kepastian, tetapi berani menciptakan peluang.
Menjelang Azan, Dalam Keheningan yang Khidmat
Menjelang azan magrib, suasana perlahan hening. Takjil tersaji sederhana, namun maknanya melampaui rasa manis kurma dan hangatnya teh. Doa-doa dipanjatkan dalam keheningan yang khidmat—bukan hanya untuk keberkahan Ramadan, tetapi untuk Indonesia yang tetap utuh dalam keberagaman.
Di rumah itu, toleransi tidak berwujud pidato panjang atau deklarasi formal. Ia hadir dalam kursi-kursi yang disusun tanpa memandang latar belakang, dalam tangan-tangan yang saling berjabat, dan dalam doa yang diam-diam saling menguatkan.
Dari Jalan Setiayaki No. 9 Denpasar, pesan itu kembali ditegaskan: keberagaman adalah anugerah, dan persaudaraan adalah pilihan sadar yang harus terus dirawat. Di sana, takjil dan doa menjadi bahasa bersama—bahasa damai yang melampaui sekat-sekat keyakinan.(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



