Detail Artikel

Di Tengah Deru Pariwisata Bali, Suzuki Sanur Menjaga Asa Pelayanan dengan Sepenuh Hati

Di Tengah Deru Pariwisata Bali, Suzuki Sanur Menjaga Asa Pelayanan dengan Sepenuh Hati

H. Yudy Wiryawan: Kendaraan Bukan Sekadar Mobilitas, tetapi Mitra Perjalanan Kehidupan

DENPASAR — Di tengah riuh pertumbuhan pariwisata Bali dan ketatnya persaingan industri otomotif nasional, Suzuki tetap berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna: pelayanan sepenuh hati.

Semangat itu tercermin dari sosok H. Yudy Wiryawan, pemimpin cabang Suzuki Sanur Bali yang dikenal hangat, dekat dengan karyawan, dan memahami denyut kebutuhan masyarakat Bali yang terus bergerak dinamis.

Dalam wawancara khusus bersama reporter Suara Umat Bali, Yuni Ambarwati, H. Yudy Wiryawan menuturkan bahwa perjalanan hidupnya tidak pernah jauh dari nilai pengabdian dan kerja keras.

“Saya lahir di Sumedang, Jawa Barat. Sejak kecil ikut orang tua pindah ke Bali dan hingga hari ini Bali menjadi rumah bagi saya,” ujarnya membuka perbincangan.

Pria yang akrab disapa Dede itu menempuh pendidikan di Universitas Udayana jurusan Akuntansi. Meski berlatar pendidikan ekonomi, jalan hidup membawanya menekuni dunia otomotif hingga dipercaya memimpin Suzuki Sanur Bali selama tiga tahun terakhir.

Bagi H. Yudy, industri otomotif bukan semata soal penjualan kendaraan, melainkan bagaimana sebuah perusahaan mampu menghadirkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di Sanur, Suzuki menghadirkan konsep One Stop Shopping, yakni layanan terpadu mulai dari penjualan kendaraan, servis, suku cadang, hingga body repair dalam satu kawasan.

“Kami ingin masyarakat merasa mudah. Datang ke Suzuki bukan hanya membeli kendaraan, tetapi juga mendapatkan pelayanan dan kenyamanan dalam satu tempat,” katanya.


Menjaga Kepercayaan di Tengah Persaingan

Di era ketika pasar otomotif dipenuhi merek-merek baru, termasuk kendaraan listrik asal luar negeri, Suzuki tetap bertahan sebagai salah satu merek dengan pangsa pasar kuat di Bali.

Menurut H. Yudy, tahun 2025–2026 menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus peluang.

“Alhamdulillah Suzuki masih berada di posisi market share terbaik di Bali. Persaingan memang ketat, tetapi kami percaya kepercayaan konsumen dibangun melalui pelayanan yang konsisten,” ungkapnya.

Berbagai program promosi pun terus dijalankan, mulai dari cashback, diskon, tenor panjang, hingga pameran langsung ke pasar tradisional.

Langkah “jemput bola” ini dilakukan karena Suzuki memahami bahwa transformasi digital belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak semua konsumen dekat dengan teknologi digital. Karena itu kami turun langsung ke masyarakat agar informasi dan pelayanan benar-benar sampai,” jelasnya.


Menyatu dengan Denyut Pariwisata Bali

Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor wisata, Bali memiliki kebutuhan transportasi yang terus berkembang. Suzuki pun membaca peluang itu dengan menjalin kolaborasi bersama berbagai stakeholder transportasi, termasuk koperasi bandara dan layanan transportasi daring.

Kendaraan operasional yang hemat bahan bakar, nyaman, dan terjangkau menjadi kebutuhan utama sektor pariwisata saat ini.

“Pariwisata Bali bergerak cepat. Kami ingin hadir sebagai mitra transportasi yang bisa diandalkan,” tutur H. Yudy.


Menatap Masa Depan dengan Teknologi Hybrid

Perkembangan teknologi otomotif juga menjadi perhatian serius Suzuki. Kini, sejumlah produk seperti Ertiga Hybrid dan Fronx Hybrid mulai diminati masyarakat karena dinilai efisien dan ramah lingkungan.

Teknologi hybrid Suzuki memungkinkan kendaraan bekerja lebih hemat melalui dukungan tenaga baterai saat akselerasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada listrik.

“Teknologi hybrid menjadi jawaban untuk kebutuhan kendaraan modern yang nyaman, aman, dan efisien,” katanya.

Meski demikian, H. Yudy menegaskan bahwa teknologi tidak akan berarti tanpa pelayanan yang manusiawi.


Membangun Keluarga Besar Suzuki

Tak hanya fokus pada konsumen, Suzuki Sanur juga berusaha menjaga kebersamaan internal perusahaan. Saat ini, sekitar 80 karyawan bekerja di cabang Sanur, sementara total keluarga besar Suzuki Bali mencapai ratusan orang yang tersebar di berbagai kabupaten.

Gathering tahunan dan program penghargaan rutin dilakukan sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap dedikasi karyawan.

“Saya berharap seluruh karyawan bisa bekerja dengan nyaman, bahagia, dan penuh semangat. Karena perusahaan akan tumbuh ketika manusianya juga tumbuh,” ujarnya.


Kendaraan dan Nilai Kehidupan

Di penghujung wawancara, H. Yudy Wiryawan menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: agar Suzuki tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat.

“Kendaraan bukan sekadar alat transportasi. Ia menjadi teman perjalanan keluarga, usaha, bahkan ibadah masyarakat. Karena itu kami ingin hadir dengan pelayanan terbaik dan sepenuh hati,” pungkasnya.

Di tengah derasnya perubahan zaman, Suzuki Sanur Bali memilih tetap berpijak pada nilai yang paling mendasar: kepercayaan, pelayanan, dan kedekatan dengan masyarakat. (AMBAR & RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'