Detail Artikel

Di Tengah Rintik Hujan, Wanita Islam Bali Tebar Cinta Kurban di Tanah Bangli

Di Tengah Rintik Hujan, Wanita Islam Bali Tebar Cinta Kurban di Tanah Bangli

Bangli, 8 Juni 2025 — Di tengah rintik hujan yang menyapa pagi hingga siang hari, semangat berkurban tidak padam. Justru, dalam sejuknya udara pegunungan Bangli, Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Bali, bekerjasama dengan Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Bangli, menggelar kegiatan kurban yang sarat makna, cinta, dan ketulusan.

Langit memang sempat kelabu. Hujan turun di awal acara dan kembali menyapa di pertengahannya. Namun menjelang akhir kegiatan, cuaca perlahan mereda—seakan memberi ruang bagi cahaya kebersamaan yang menyinari kerja tulus para perempuan Indonesia. Hujan tak pernah memadamkan semangat. Di bawah payung, jas hujan, dan senyum ketulusan, kegiatan tetap berjalan dengan tertib dan hangat.

Tujuh Kurban, Sejuta Doa

Sebanyak tiga ekor sapi dan empat ekor kambing dikurbankan pada Idul Adha 1446 H ini. Proses penyembelihan dilakukan secara profesional di Rumah Potong Hewan Kabupaten Gianyar. Sebuah langkah untuk memastikan bahwa setiap tetes pengorbanan ini sesuai dengan syariat dan standar kesehatan yang terjaga.

Proses pencacahan, penimbangan, dan pengemasan dilanjutkan di Desa Bebalang, Bangli, tepatnya di kediaman Hj. Etmagusti, S.K.M., M.Si., yang juga bertindak sebagai Koordinator Lapangan. Suasana penuh semangat dan gotong royong terasa dari dapur hingga halaman. Para perempuan bekerja dalam irama diam yang dalam—tangkas, tulus, dan penuh cinta.

Menjangkau Pelosok, Menyapa Sesama

Daging kurban kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah: Kecamatan Kintamani, Bangli, Susut, serta ke Yayasan TK Bakti. Semuanya dilakukan demi memastikan bahwa berkah kurban menjangkau lebih banyak hati, tanpa memandang latar belakang.

Hadir pula tokoh-tokoh masyarakat dan Kelian dari Desa Bebalang, sebagai bentuk penghormatan atas kerja sama sosial lintas komunitas yang telah terbina dengan indah.

Rangkaian Acara: Kata dan Doa dalam Harmoni

Acara dimulai dengan pembukaan yang sederhana namun menyentuh, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Ibu Roro Erna Suryani. Sambutan hangat disampaikan oleh Hj. Sri Widyastuti, selaku Ketua Umum PW Wanita Islam Provinsi Bali, yang menegaskan pentingnya perempuan sebagai pilar sosial dan spiritual dalam masyarakat.

Doa yang dipimpin oleh Hj. Bibi Tartini, S.Ag., melengkapi hari itu dengan keheningan yang penuh syukur. Doa yang tidak hanya untuk mereka yang hadir, tapi juga untuk seluruh umat, semoga terus diberi kekuatan untuk memberi, mengabdi, dan mencintai.

Perempuan: Pilar Kuat di Tengah Derasnya Hujan

Kegiatan ini adalah hasil sinergi indah antara PW Wanita Islam Provinsi Bali dan PD Wanita Islam Kabupaten Bangli, didukung oleh seluruh PD se-Bali. Mereka bukan hanya panitia, mereka adalah penjaga bara semangat keumatan—yang tetap menyala bahkan saat langit menitikkan airnya.

Penutup: Ketika Hujan Menyapa, Semangat Tak Luntur

Di tengah deras dan reda, di balik peluh dan rintik, Wanita Islam Bali mengajarkan satu hal yang abadi: bahwa cinta, kerja keras, dan pengorbanan tidak pernah tergantung cuaca. Ia tumbuh dari dalam—dan ketika tumbuh, ia mampu menyinari banyak kehidupan.

Karena dalam setiap potongan daging kurban, terselip doa. Dalam setiap tetesan hujan, terselip keberkahan.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'