Detail Artikel

Donasi Duka untuk Alm. MHD A. Raja Nasution, S.H.: Ketika Kepedulian Menjadi Doa

Donasi Duka untuk Alm. MHD A. Raja Nasution, S.H.: Ketika Kepedulian Menjadi Doa

BALI — 17 Agustus 2026. Duka tidak selalu berhenti pada kesedihan. Dalam banyak kesempatan, duka justru menemukan bentuknya yang paling manusiawi ketika orang-orang yang ditinggalkan saling menguatkan, berbagi kepedulian, dan mengulurkan tangan kepada keluarga yang sedang kehilangan.

Semangat itulah yang terasa dalam penyerahan donasi duka untuk almarhum MHD A. Raja Nasution, S.H., yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Bidang Advokasi, Legislasi & Konsultasi Asosiasi Rumah Makan Minang (ARMINA) Bali.

Penyerahan donasi berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Donasi yang dihimpun melalui LAZISMI ICMI Orwil Bali tersebut diserahkan kepada Ibu Lili Rahayu Lubis, S.H., selaku pihak keluarga almarhum. oleh H Imam Asrorie sebgai Ketua LazisMi ICMI Orwil Bali

Prosesi penyerahan dilakukan oleh Ketua LAZISMI ICMI Orwil Bali, Imam Asrorie, dan disaksikan langsung oleh pengurus ARMINA Bali.

Momen itu berlangsung dalam suasana sederhana dan khidmat. Tidak ada kemewahan yang diperlukan ketika sebuah peristiwa berangkat dari niat untuk meringankan beban sesama. Sebab pada saat kehilangan datang, yang paling dibutuhkan keluarga bukan semata-mata kata-kata, melainkan kehadiran yang tulus—sebuah tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian melewati masa berkabung.

Bagi LAZISMI ICMI Orwil Bali, penghimpunan dan penyerahan donasi duka menjadi salah satu wujud kepedulian sosial yang mempertemukan nilai kemanusiaan dengan semangat kebersamaan. Sementara bagi ARMINA Bali, kehadiran dalam momentum tersebut merupakan bagian dari penghormatan kepada sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan organisasi.

Almarhum MHD A. Raja Nasution, S.H. dikenang dalam lingkungan ARMINA Bali melalui kiprahnya pada bidang advokasi, legislasi, dan konsultasi. Bidang tersebut menuntut ketekunan, kecermatan, serta keberanian untuk berdiri di tengah persoalan dan mencari jalan keluar dengan pertimbangan yang matang.

Kepergian seseorang, pada akhirnya, meninggalkan ruang yang tidak mudah digantikan. Namun pengabdian dan kebaikan yang pernah diberikan tidak serta-merta ikut pergi. Ia tinggal dalam ingatan orang-orang yang pernah berinteraksi, bekerja bersama, maupun merasakan manfaat dari kehadirannya.

Karena itu, penyerahan donasi duka pada 17 Agustus bukan sekadar sebuah prosesi administratif. Ia menjadi simbol bahwa solidaritas masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Di tengah dunia yang bergerak cepat, kepedulian semacam ini mengingatkan bahwa manusia tetap membutuhkan manusia lainnya—terutama ketika kehilangan datang tanpa dapat ditawar.

Keluarga besar ARMINA Bali dan LAZISMI ICMI Orwil Bali turut memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, serta almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

Sebab kematian adalah kepastian bagi setiap insan, sementara yang dapat kita wariskan kepada sesama adalah kebaikan, doa, dan kenangan yang terus hidup dalam hati.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Horas ma di au. Tuhan memberkati.

 Donasi PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'