Detail Artikel

DPW Masyumi Bali dan ASM Bali Perkuat Semangat Pengorbanan dan Solidaritas Umat

DPW Masyumi Bali dan ASM Bali Perkuat Semangat Pengorbanan dan Solidaritas Umat

DENPASAR SELATAN — Semangat Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya menghadirkan gema takbir dan prosesi penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menumbuhkan pesan kuat tentang persaudaraan dan solidaritas umat Islam di Bali.

Di lokasi penyembelihan hewan kurban yang digelar oleh Ajang Silaturrahmi Muslim (ASM) Bali, hadir pula Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyumi Bali, H. Khoirul Islam, yang turut menyampaikan pandangan dan harapannya kepada masyarakat Muslim Bali.

Dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, H. Khoirul Islam mengungkapkan rasa syukur karena DPW Masyumi Bali kembali dapat melaksanakan ibadah kurban untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

“Alhamdulillah, pada hari ini DPW Masyumi Bali untuk ketiga kalinya selama tiga tahun berturut-turut dapat melaksanakan pemotongan hewan kurban,” ujarnya.

Tahun ini, DPW Masyumi Bali bekerja sama dengan ASM Bali dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang terdiri dari dua ekor sapi dan satu ekor kambing. Kolaborasi tersebut menjadi simbol sinergi antarorganisasi umat dalam memperkuat pelayanan sosial dan dakwah kemasyarakatan di Bali.

Menurut H. Khoirul Islam, seluruh proses penyembelihan telah berjalan dengan baik dan kini panitia tengah melakukan pencacahan daging untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Alhamdulillah pemotongan hewan sudah dilaksanakan. Sekarang tinggal proses pencacahan untuk nanti kita distribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Namun lebih dari sekadar distribusi daging kurban, ia menilai Idul Adha mengandung pesan mendalam tentang pentingnya semangat pengorbanan dan rasa setia kawan, khususnya bagi umat Islam yang hidup sebagai minoritas di Bali.

“Kita berharap semangat berkorban ini tumbuh di seluruh masyarakat Islam Bali. Karena sebagai masyarakat yang bukan mayoritas, kita sangat memerlukan sifat pengorbanan dan solidaritas sesama umat,” tuturnya penuh makna.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kurban bukan hanya ritual ibadah individual, tetapi juga sarana memperkuat ketahanan sosial umat melalui kepedulian, kebersamaan, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah keberagaman Pulau Dewata, kegiatan sosial seperti ini menjadi penanda bahwa ukhuwah Islamiyah tetap tumbuh hangat dan harmonis. Relawan dari berbagai unsur organisasi tampak bekerja bersama tanpa sekat, memperlihatkan wajah Islam yang teduh, gotong royong, dan penuh kasih sayang.

H. Khoirul Islam pun berharap kegiatan-kegiatan positif semacam ini dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun mendatang.

“Semoga semua kegiatan baik ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Idul Adha di Bali akhirnya bukan hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga ruang memperkuat persatuan umat, menanamkan nilai pengorbanan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Wartawan SuaraUmat.id

  (AMBAR ) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'