Drs. H. Makhfud, MA: Mantan Pengurus NU Bali, Kini Menjadi Korban Banjir Kampung Jawa
Drs. H. Makhfud, MA: Mantan Pengurus NU Bali, Kini Menjadi Korban Banjir Kampung Jawa
Denpasar – Di antara deretan nama tokoh yang pernah mewarnai perjalanan umat di Bali, Drs. H. Makhfud, MA adalah salah satunya. Beliau pernah tercatat sebagai Wakil Rais Syuriyah PW NU Bali periode 2005–2010, sekaligus aktif dalam CIDES ICMI, lembaga kajian strategis yang menghubungkan kaum intelektual Muslim dengan denyut kehidupan masyarakat.
Kini, sosok yang selama ini dihormati karena kiprah intelektual dan keagamaannya, harus menanggung pahitnya bencana. Rumah beliau di Kampung Jawa, RT 03, porak-poranda diterjang banjir. Air bah yang datang deras membawa lumpur dan serpihan, menghantam dinding rumah, meluluhlantakkan perabot, hingga menyisakan puing-puing basah yang menjadi saksi bisu amukan alam.
Bagi warga sekitar, sosok H. Makhfud bukan hanya sekadar tokoh agama, melainkan juga panutan—seorang yang selalu membuka ruang dialog, menyambung silaturahmi, dan menguatkan nilai kebersamaan. Kini, di usia senjanya, beliau menghadapi ujian berat, kehilangan tempat tinggal yang selama ini menjadi titik temu keluarga dan jamaah.
“Rumah kami terendam, banyak yang hanyut. Tapi alhamdulillah keluarga selamat,” ucapnya singkat, dengan ketenangan yang khas seorang ulama. Suara itu lirih, namun penuh keikhlasan, meneguhkan bahwa iman tetap kokoh meski dinding rumah runtuh.
Kampung Jawa sendiri menjadi salah satu titik banjir paling parah. Banyak rumah rata dengan tanah, jalan tertutup lumpur, dan kebutuhan mendesak—dari pangan, sandang, hingga tempat tinggal sementara—masih sangat terasa. Di tengah kondisi itu, kisah H. Makhfud menjadi pengingat bahwa musibah tak pernah memilih siapa, bahkan mereka yang dulu menjadi pilar masyarakat pun kini merasakan langsung getirnya kehilangan.
Banjir ini telah meruntuhkan rumah, tetapi tidak akan meruntuhkan harapan. Solidaritas umatlah yang kini harus hadir, untuk menopang kembali mereka yang selama ini menjadi penopang kita.
Semoga uluran tangan masyarakat mampu menjadi jawaban atas luka, dan menghadirkan kekuatan baru bagi keluarga besar H. Makhfud dan seluruh warga Kampung Jawa. (RAYD) 0881236763755



