Detail Artikel

Edukasi Sorghum dan Demo Masak Kolaboratif Meriahkan Hari Pangan Sedunia di Denpasar

Edukasi Sorghum dan Demo Masak Kolaboratif Meriahkan Hari Pangan Sedunia di Denpasar

Denpasar, 6 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Forum Komunikasi Majlis Taklim Ibu-Ibu (FKMTI) Provinsi Bali bersinergi dengan SMK Muhammadiyah Denpasar menggelar acara edukatif bertajuk "Sorghum untuk Ketahanan Pangan dan Gaya Hidup Sehat". Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 6 Juli 2025, di Jl. Batanta No. 80, Denpasar ini menghadirkan rangkaian acara padat dan berkualitas, diikuti oleh 50 peserta dari berbagai wilayah Bali.

Acara dibuka khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul sambutan dari Ketua Panitia, Yulistyoningrum, serta Ketua FKMTI Provinsi Bali, Dra. Rahmani Sidik, M.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, komunitas perempuan, dan dunia kuliner dalam menyebarluaskan semangat diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Sebagai narasumber utama, hadir dr. Eni Yuliani, Sp.GK, yang memaparkan nilai gizi sorgum sebagai pangan bebas gluten yang tinggi serat, cocok untuk penderita diabetes, serta berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Sorotan utama kegiatan adalah sesi demo masak dan table manner yang dipandu langsung oleh Chef Raden Alit Yulianto Dewa A. Ma. Par., S.Sos. seorang praktisi kuliner dan pendidik dengan pengalaman internasional. Chef Alit tidak hanya mendemonstrasikan keahlian memasaknya, namun juga membagikan buku resep eksklusif "33 Olahan Sorghum Nusantara dan Internasional" yang disusun khusus dalam rangka Hari Pangan Sedunia.

Menu yang ditampilkan mencakup hidangan fusion seperti Healthy Salad Sorghum Mango Vinaigrette. Cream Soup Jamur Sorghum, Grilled Chicken with Sorghum Biryani, hingga Puding Sorghum Santan Gula Merah. Tak kalah menarik, sesi napkin folding memperkenalkan 10 teknik pelipatan serbet elegan, yang dikemas dalam pelatihan table manner profesional bagi seluruh peserta.

SMK Muhammadiyah Denpasar sebagai tuan rumah menyambut antusias kolaborasi ini. Sebanyak 10 siswa dilibatkan langsung dalam berbagai area kegiatan, mulai dari dapur, pelayanan makanan, dekorasi, dokumentasi, hingga display produk siswa seperti towel art, sabun laundry aroma terapi, dan aneka kue kering.

Kegiatan ini merupakan yang pertama di Denpasar dengan fokus edukasi sorgum dan langsung melibatkan komunitas perempuan. Selain memperkenalkan potensi sorgum secara praktis dan ilmiah, acara ini juga menjadi panggung promosi bagi sekolah kejuruan untuk menunjukkan peran strategisnya dalam menyukseskan program nasional ketahanan pangan.

Sebagai tindak lanjut, panitia telah merancang lomba inovasi olahan berbasis sorgum yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang, sekaligus memperluas gerakan kuliner sadar gizi dan ramah lingkungan.(Chef Raden Alit) 

"Kegiatan ini bukan hanya edukasi, tapi juga penguatan jejaring perempuan, promosi sekolah, dan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan lokal," ungkap Yulistyoningrum.

Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk Vienta Alat Masak dan Tupperware, semangat "Berpikir Global, Konsumsi Lokal" kini mulai menggeliat dari dapur-dapur komunitas di Bali.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'