Detail Artikel

Enam Dekade Menyalakan Cahaya Pendidikan Islam di Pulau Dewata

Enam Dekade Menyalakan Cahaya Pendidikan Islam

di Pulau Dewata

Perjalanan YPBWI Perwakilan Bali Menjaga Akidah, Mendidik Generasi, dan Merawat Harmoni Kebangsaan

Oleh Redaksi SuaraUmat.id

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim.

Di tengah gemerlap Pulau Bali yang dikenal dunia sebagai destinasi wisata internasional, terdapat kisah panjang tentang perjuangan sunyi yang jarang terdengar. Sebuah perjuangan yang tidak dibangun dengan kemewahan, melainkan dengan keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk menjaga iman sekaligus membangun peradaban.

Perjalanan itu dimulai pada tahun 1986, ketika Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) Perwakilan Provinsi Bali berdiri. Saat itu, kebutuhan akan pendidikan Islam bagi anak-anak muslim di Bali sangat mendesak. Banyak keluarga muslim, terutama para pendatang yang bermukim di berbagai kawasan perumahan di Kota Denpasar dan sekitarnya, belum memiliki akses terhadap taman kanak-kanak yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Berangkat dari kegelisahan itulah, para pengurus YPBWI Perwakilan Bali mendirikan TK Bakti, menjadikan kawasan-kawasan perumahan sebagai pusat dakwah pendidikan.

Namun, jalan perjuangan tidak pernah benar-benar mudah.

Menanam Pendidikan di Atas Keterbatasan

Keterbatasan lahan menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi. Tidak sedikit kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan segala kesederhanaan.

Ada sekolah yang menumpang di masjid. Ada pula yang menyewa rumah, menyewa lahan, bahkan membeli tanah secara bertahap melalui sistem cicilan demi menghadirkan tempat belajar yang layak bagi anak-anak.

Setiap bangunan yang berdiri bukan sekadar ruang kelas, melainkan simbol perjuangan para muslimah yang percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbesar bagi umat.

Di tengah keterbatasan itu, YPBWI tidak pernah membatasi pelayanan berdasarkan latar belakang agama. Anak-anak dari berbagai kalangan diterima sebagai peserta didik, termasuk siswa beragama Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis bersama teman-teman muslimnya.

Meski demikian, identitas lembaga tetap dijaga. Kurikulum berbasis pendidikan Islam terus dikembangkan secara konsisten sebagai ruh utama lembaga.

Perubahan demi perubahan dilakukan. Salah satunya adalah penerapan seragam muslim bagi seluruh peserta didik. Kebijakan ini sempat menghadirkan konsekuensi berupa berkurangnya jumlah siswa. Namun, YPBWI memilih tetap istiqamah mempertahankan nilai dan jati diri lembaga.

Bagi yayasan, kualitas pendidikan tidak pernah diukur semata dari jumlah murid, tetapi dari keberanian menjaga prinsip di tengah perubahan zaman.

Terus Bertumbuh Bersama Masyarakat

Empat dekade kemudian, benih yang ditanam dengan penuh kesabaran itu mulai memperlihatkan hasilnya.

Saat ini YPBWI Perwakilan Bali mengelola tiga lembaga pendidikan usia dini:

TK Bakti 2
Perumahan Pondok Purnawira X No. 6, Padangsambian, Denpasar.

· 30 peserta didik

· 3 orang guru

TK Bakti 3
Jalan Subur Gang Mirah Hati No. 4, Monang Maning, Denpasar.

· 120 peserta didik

· 6 orang guru

RA Bakti 5
Perumahan Dalung Permai Blok FF No. 29–31, Badung.

· 98 peserta didik

· 7 orang guru

Setiap tahun, ketiga lembaga tersebut meluluskan sekitar 200 peserta didik, yang kemudian melanjutkan pendidikan ke berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah unggulan di Bali.

Kepercayaan masyarakat terus tumbuh karena kualitas pembelajaran yang semakin baik, serta komitmen dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah.

Guru Adalah Pilar Peradaban

Bagi YPBWI Perwakilan Bali, kualitas sekolah tidak akan pernah melampaui kualitas gurunya.

Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi perhatian utama yayasan.

Pembinaan dilakukan secara berkala. Para guru diberikan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan profesional, seminar, dan pengembangan kompetensi. Guru yang belum menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) difasilitasi untuk melanjutkan studi melalui kerja sama dengan Institut Agama Islam (IAI) YPBWI Surabaya.

Tidak hanya itu, pembinaan dari Pengurus Pusat YPBWI juga rutin dilaksanakan melalui pertemuan daring. Berbagai inovasi metode pembelajaran, teknik mengajar modern, hingga penguatan karakter guru terus diperbarui sehingga profesionalisme tenaga pendidik semakin meningkat.

Perhatian yayasan juga menyentuh aspek kesejahteraan.

Guru memperoleh peningkatan kesejahteraan secara bertahap, kesempatan rekreasi bersama sedikitnya dua tahun sekali, bahkan memperoleh pesangon sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka ketika memasuki masa purnatugas.

Pendidikan Adalah Dakwah Sosial

Bagi YPBWI, sekolah bukan sekadar tempat belajar.

Sekolah adalah ruang pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, yayasan aktif membangun hubungan dengan warga sekitar melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembagian santunan, takjil Ramadan bagi masyarakat yang membutuhkan, hingga keterlibatan dalam kegiatan lingkungan perumahan tempat sekolah berada.

Dalam berbagai kegiatan kelembagaan, YPBWI Perwakilan Bali juga menjalin sinergi bersama Wanita Islam Provinsi Bali dan IGIB, sehingga dakwah pendidikan berjalan seiring dengan penguatan ukhuwah serta pemberdayaan perempuan muslim.

Prestasi pun terus mengiringi perjalanan lembaga. Berbagai penghargaan berhasil diraih pada tingkat gugus, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi sebagai bukti nyata kualitas pendidikan yang terus berkembang.

Menyongsong Masa Depan

Memasuki usia 60 tahun Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam, semangat perjuangan itu belum berhenti.

Sebaliknya, ia memasuki babak baru.

Tahun ini, YPBWI Perwakilan Bali bersiap memperluas pelayanan pendidikan dengan membuka cabang pertama di Kabupaten Jembrana melalui pembangunan RA Bakti 1 Jembrana di atas tanah wakaf.

Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan Islam di wilayah Bali bagian barat sekaligus memperkuat kontribusi YPBWI dalam mencetak generasi muslim yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.

Menjaga Api yang Tak Pernah Padam

Perjalanan YPBWI Perwakilan Bali bukanlah kisah tentang bangunan sekolah semata.

Ia adalah kisah tentang para perempuan yang memilih mengabdi daripada menyerah.

Tentang guru-guru yang tetap mengajar di tengah segala keterbatasan.

Tentang orang tua yang menitipkan harapan.

Tentang anak-anak yang tumbuh menjadi generasi berilmu dan berakhlak.

Di tengah keberagaman Bali, YPBWI membuktikan bahwa pendidikan Islam dapat tumbuh dengan damai, berdialog dengan lingkungan, serta menjadi jembatan persaudaraan tanpa kehilangan identitasnya.

Enam puluh tahun bukanlah akhir perjalanan.

Ia adalah awal dari ikhtiar yang lebih besar: menghadirkan cahaya pendidikan Islam yang terus menyala, menerangi generasi demi generasi, dari Pulau Dewata untuk Indonesia.

Wallahu a'lam bish-shawab.  Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'