Fortasi SMK Muhammadiyah Denpasar 2025: Bersama Membangun Kepemimpinan dan Kreativitas
Fortasi SMK Muhammadiyah Denpasar 2025: Bersama Membangun Kepemimpinan dan Kreativitas
Denpasar, 22 Juli 2025 | Oleh: Tim Jurnalistik Suara Umat
Dengan mengusung semangat “Bersama Membangun Kepemimpinan dan Kreativitas”, kegiatan Fortasi (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa) tahun ajaran 2025/2026 resmi dimulai di aula SMK Muhammadiyah Denpasar. Acara pembukaan yang digelar pada Selasa pagi itu berlangsung khidmat dan penuh makna — bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memupuk karakter, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai kemuhammadiyahan.
Rangkaian acara dimulai pukul 08.30 WITA dengan bacaan basmalah bersama, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Kanzun Himawan. Lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars IPM menggema membangkitkan semangat nasionalisme dan keislaman di antara para peserta.
Membangun Sinergi sejak Hari Pertama
Sebanyak 33 siswa baru mengikuti Fortasi tahun ini, dibimbing oleh 16 panitia dari unsur IPM, guru, dan staf teknis. Ketua Panitia, Fahri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Fortasi dirancang untuk menumbuhkan keterbukaan, kedisiplinan, serta semangat kolaboratif antarsiswa.
“Melalui Fortasi ini, kita ingin menanamkan nilai kepemimpinan yang kuat dan kreativitas yang tumbuh dari kolaborasi,” ujarnya.
IPM: “Tiga Tahun Itu Singkat, Maka Jadikan Bermakna”
Ketua IPM, Muhammad Usnan Maulana, menyampaikan pesan reflektif kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa waktu di bangku sekolah akan berlalu cepat, dan yang tersisa adalah kualitas perjuangan dalam belajar dan berkarya.
“Gunakan waktu ini untuk membentuk karakter, menjalin ukhuwah, dan melatih kepemimpinan kalian sejak dini,” pesannya.
Kepala Sekolah: “Kami Cetak Talenta dengan Akhlak dan Kreativitas”
Dalam sambutannya, Kepala SMK Muhammadiyah Denpasar, Bapak Tauhid Hidayat, M.Pd., menyampaikan selamat datang kepada siswa baru dan seluruh tamu undangan dari Majelis Dikdasmen, PDM, serta Komite Sekolah.
Beliau menegaskan bahwa SMK Muhammadiyah bukan hanya tempat belajar keterampilan vokasi di bidang Perhotelan, Kuliner, dan Desain Komunikasi Visual (DKV), tetapi juga ruang tumbuhnya karakter dan daya cipta.
“Kita ingin mencetak lulusan yang cakap secara keterampilan, kokoh secara karakter, dan kreatif menghadapi zaman.”
Komite Sekolah: “Kepemimpinan Dimulai dari Rasa Hormat”
Ketua Komite Sekolah, Bapak Gatot Fajar Santoso, mengajak siswa baru untuk membangun komunikasi dan sikap saling menghormati. Ia menegaskan pentingnya memperkuat rasa empati, menolak budaya membandingkan, dan menjunjung adab dalam menyampaikan pendapat.
“Kepemimpinan yang sejati dimulai dari adab, dari cara kita bersikap kepada sesama.”
PDM: “Gedung Megah, Semangat Ukhuwah”
Ketua PDM Kota Denpasar, H. Najmudin, dalam sambutannya menyoroti pentingnya keberadaan SMK Muhammadiyah sebagai pusat pembentukan kader umat yang unggul dan produktif. Ia menekankan bahwa kekuatan sekolah tidak hanya terletak pada fasilitasnya, tetapi pada semangat kolaborasi dan nilai ukhuwah yang dibangun.
“Mari kita bersama-sama membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang mengedepankan kepemimpinan dan kreativitas. Gedung sudah megah, kini waktunya kita isi dengan ruh perjuangan.”
Doa dan Harapan
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai penanda awal perjalanan siswa baru dalam keluarga besar Muhammadiyah. Doa ini menjadi harapan agar Fortasi menjadi tonggak awal terbentuknya generasi pelajar yang cerdas, kreatif, dan berjiwa pemimpin.
Catatan Redaksi
Fortasi bukan hanya pintu masuk ke sekolah baru, tetapi juga gerbang awal menuju kepemimpinan diri dan kreativitas sosial. Dengan tema “Bersama Membangun Kepemimpinan dan Kreativitas”, SMK Muhammadiyah Denpasar memberi pesan kuat bahwa pendidikan harus mengakar pada nilai dan bertumbuh dalam karya.



