Garda Muslim Peduli Bali Dorong Penguatan Pendidikan dan Kegiatan Sosial Keagamaan
Semarak Zulhijah Jatiluwih: Meneguhkan Ukhuwah dan Menguatkan Dakwah di Daerah Minoritas
Garda Muslim Peduli Bali Dorong Penguatan Pendidikan dan Kegiatan Sosial Keagamaan
Jatiluwih, Tabanan — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Semarak Zulhijah 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Al Hamzah, Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Ahad (14/6/2026). Kegiatan yang menghadirkan penceramah nasional Ustadz Agus Salim, S.Pd.I. ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat Muslim di kawasan pedesaan Jatiluwih.
Dalam sambutannya, Ketua Garda Muslim Peduli Bali, Edi Santoso, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh persaudaraan dan semangat dakwah.
Menurutnya, kegiatan Semarak Zulhijah tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran umat agar terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus memperkuat identitas keislaman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
"Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana yang penuh keberkahan. Kehadiran para jamaah, tokoh masyarakat, dan para penggerak dakwah menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan umat masih terus terjaga," ujarnya.
Menanamkan Semangat Menjadi Muslim yang Lebih Baik
Edi Santoso menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni Menjadi Pribadi Lebih Baik di Bulan Penuh Keberkahan, dipilih sebagai ajakan bagi umat Islam untuk terus melakukan perbaikan diri, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun kepedulian sosial.
Menurutnya, momentum Zulhijah merupakan kesempatan berharga untuk menumbuhkan kembali semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi penyegar rohani bagi masyarakat, menambah wawasan keislaman, sekaligus memperkuat semangat dalam menjalankan ajaran agama di tengah berbagai tantangan kehidupan modern," katanya.
Bergerak di Bidang Pendidikan dan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Edi Santoso juga memperkenalkan Garda Muslim Peduli Bali sebagai komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak berafiliasi dengan kepentingan politik tertentu, melainkan berfokus pada kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kami hadir untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat pendidikan umat, dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak demi kemaslahatan bersama," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap terjalin kerja sama yang lebih luas dengan masyarakat Jatiluwih dan berbagai elemen dakwah lainnya, terutama dalam program-program pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, santunan sosial, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menjaga Cahaya Dakwah di Pelosok Bali
Kegiatan Semarak Zulhijah menjadi salah satu bukti bahwa geliat dakwah Islam terus tumbuh di berbagai wilayah Bali, termasuk di daerah yang jumlah umat Muslimnya relatif sedikit.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu agama, tetapi juga merasakan kuatnya ikatan persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan umat.
Di tengah hamparan sawah Jatiluwih yang menyejukkan mata, semangat dakwah yang dibangun dengan pendekatan pendidikan, persaudaraan, dan pelayanan sosial terus menyala. Sebuah ikhtiar sederhana yang diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah utama oleh Ustadz Agus Salim, S.Pd.I. yang mengupas makna Zulhijah sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT.(AMBAR)



