Gibran Rakabuming di Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Bali: “Bonus Demografi Tidak Datang Dua Kali, Anak Muda Harus Ambil Peran”
Gibran Rakabuming di
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Bali: “Bonus Demografi Tidak Datang Dua Kali,
Anak Muda Harus Ambil Peran”
BALI — Tepuk tangan panjang menggema di
Ballroom Four Points by Sheraton Ungasan, Jimbaran, Bali, Kamis sore
(21/5/2026), saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka,
memasuki ruang pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah.
Di hadapan ratusan kader muda Muhammadiyah
dari seluruh Indonesia, Gibran tampil sederhana namun penuh penekanan
substansi. Tidak banyak retorika. Tidak pula berlebihan dalam gestur. Tetapi
setiap kalimat yang disampaikannya terasa langsung menyentuh inti persoalan
bangsa: tentang masa depan generasi muda Indonesia di tengah dunia yang sedang
berubah cepat.
Dalam forum yang mengusung tema “Mengakar
dan Bertumbuh untuk Indonesia Raya” itu, Gibran menegaskan bahwa Indonesia
sedang berada pada momentum paling menentukan dalam sejarah pembangunan
nasional.
“Ini adalah
momen yang penuh dinamika. Krisis global, geopolitik yang tidak
menentu, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim, sampai disrupsi
teknologi sedang terjadi di depan mata kita,” ujar Gibran.
Menurutnya, situasi global saat ini bukan
sekadar tantangan, tetapi juga peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk
tampil mengambil peran strategis.
Bonus Demografi adalah Kesempatan Emas
Dalam
pidatonya, Gibran memberi perhatian besar pada isu bonus demografi Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa momen ketika mayoritas penduduk berada pada usia
produktif merupakan kesempatan langka yang tidak akan datang untuk kedua
kalinya.
“Momen ini hanya datang satu kali dan tidak
akan terulang lagi,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta anak-anak muda
Indonesia, termasuk kader Pemuda Muhammadiyah, agar tidak menyia-nyiakan
peluang sejarah tersebut.
Menurut Gibran, bonus demografi harus
dijawab dengan peningkatan produktivitas, penguasaan teknologi, inovasi, dan
kemampuan kolaborasi lintas sektor.
“Ini kesempatan kita untuk meningkatkan
produktivitas dan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Pidato Gibran memang tidak panjang. Namun
justru dalam kesederhanaannya, pesan yang disampaikan terasa kuat: bahwa masa
depan Indonesia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
“Pemerintah Tidak Bisa
Sendiri”
Di hadapan para pimpinan Muhammadiyah dan
kader muda yang memenuhi ruangan, Gibran secara terbuka mengajak generasi muda
untuk terlibat aktif menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Pemerintah tidak bisa sendiri,” ujarnya singkat namun
penuh makna.
Kalimat itu menjadi salah satu penekanan
penting dalam sambutannya. Ia menilai tantangan global hari ini terlalu besar
jika hanya dihadapi negara tanpa dukungan kekuatan masyarakat sipil, organisasi
kepemudaan, komunitas sosial, dan generasi muda.
Karena itu, Gibran menyebut forum seperti
Tanwir Pemuda Muhammadiyah memiliki arti penting sebagai ruang konsolidasi
gagasan dan energi kebangsaan.
Ia melihat kader-kader Pemuda Muhammadiyah
sebagai bagian penting dari generasi produktif Indonesia yang memiliki modal
besar: jaringan sosial, tradisi intelektual, dan pengalaman gerakan.
Anak Muda Harus
Bergandengan Tangan
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat
akibat perkembangan teknologi dan perubahan geopolitik global, Gibran menilai
kolaborasi menjadi kata kunci.
Ia mengajak seluruh elemen anak muda untuk
meninggalkan sekat-sekat sempit dan mulai membangun kerja sama demi masa depan
Indonesia.
“Anak-anak muda harus saling bergandengan
tangan,” katanya.
Ajakan itu disampaikan dalam suasana yang
hangat dan penuh optimisme. Para peserta Tanwir beberapa kali memberikan tepuk
tangan saat Gibran menekankan pentingnya persatuan generasi muda dalam
menghadapi masa depan.
Dalam forum tersebut, Gibran tampak tidak
sedang berbicara sebagai pejabat negara semata, tetapi juga sebagai
representasi generasi muda yang kini berada di pusat kepemimpinan nasional.
Membuka Tanwir dengan
Semangat Optimisme
Di akhir sambutannya, Gibran secara resmi
membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah. Tepuk
tangan menggema memenuhi ballroom ketika hitungan mundur dilakukan bersama
seluruh peserta forum.
Momentum itu menjadi simbol dimulainya forum
strategis Pemuda Muhammadiyah yang akan membahas arah gerakan organisasi
sekaligus kontribusinya bagi bangsa dan negara.
Sore itu di Bali, Gibran Rakabuming Raka
tidak datang membawa pidato panjang penuh teori. Ia hadir membawa pesan
sederhana namun penting: bahwa masa depan Indonesia sedang diperebutkan oleh
perubahan zaman, dan generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton.
Karena sejarah, pada akhirnya, hanya akan
mencatat mereka yang berani mengambil peran. . (RAYD) Donasi Suara Umat atas
nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



