H. Imam Asrorie: Kepedulian Raja Klungkung Menjadi Cahaya Persaudaraan dan Harapan Anak-Anak Yatim
H. Imam Asrorie: Kepedulian Raja Klungkung Menjadi
Cahaya Persaudaraan dan Harapan Anak-Anak Yatim
Klungkung — Sambutan penuh haru dan penghormatan
disampaikan Ketua Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Provinsi Bali, H.
Imam Asrorie, dalam rangkaian acara serah terima hibah dana tunai sebesar
Rp87 juta kepada Panti Asuhan Rumah Antara, Klungkung.
Dalam pidatonya, H. Imam Asrorie menegaskan bahwa
kehadiran Penglingsir Puri Agung Klungkung, IDA DALEM SEMARAPUTRA,
merupakan simbol nyata kepedulian dan perlindungan terhadap masyarakat Muslim
serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Klungkung.
“Beliau adalah sosok raja yang hingga saat ini
terus memberikan pembimbingan dan anugerah kepada masyarakat Muslim dan
masyarakat pada umumnya di Klungkung,” ungkapnya penuh hormat.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih
mendalam atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan oleh Ida Dalem
Semaraputra terhadap berbagai kegiatan sosial dan keagamaan umat Islam di
Klungkung.
Menurutnya, berbagai gagasan dan program sosial
kemasyarakatan yang dilakukan umat Muslim di Klungkung selalu mendapatkan restu
dan dukungan moral dari pihak puri.
“Apa yang digagas oleh kaum Muslim di Klungkung
selalu mendapatkan restu dari beliau. Ini adalah bukti nyata bahwa persaudaraan
dan kebersamaan di Klungkung terus terjaga dengan baik,” katanya.
H. Imam Asrorie menilai kehadiran langsung Ida
Dalem Semaraputra dalam acara penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk
kepedulian luar biasa terhadap masa depan anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
“Malam ini beliau masih menyempatkan diri hadir
menyaksikan dan mendukung penyerahan hibah dana kepada anak-anak panti. Ini
menunjukkan kepedulian beliau yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan
pentingnya pengelolaan dana hibah secara transparan, profesional, dan penuh
amanah sebagaimana pesan yang sebelumnya telah disampaikan oleh para tokoh yang
hadir.
Menurutnya, dana hibah tersebut harus mampu menjadi
pondasi pembangunan masa depan anak-anak asuh, baik dari sisi pendidikan,
pembinaan karakter, maupun pengembangan kemandirian ekonomi panti asuhan.
“Hibah ini harus dikelola secara transparan dan
profesional agar dapat berkembang menjadi kekuatan besar untuk masa depan
anak-anak kita,” tegasnya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada para tokoh dan
pengurus yayasan yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan
anak-anak yatim dan kaum dhuafa, termasuk kepada Anang Nasrun dan Drs. H.
Syamsul Hakim yang disebutnya sebagai sosok profesional dan amanah dalam
pengabdian sosial.
H. Imam Asrorie berharap ke depan anak-anak asuh
Panti Rumah Antara dapat tumbuh menjadi generasi yang berhasil, mandiri, dan
mampu kembali membantu sesama ketika telah sukses di masa depan.
“Kalau nanti mereka berhasil, maka mereka juga
harus kembali membantu anak-anak lain yang membutuhkan. Di situlah nilai
persaudaraan dan keberkahan akan terus hidup,” tuturnya.
Ia pun optimistis bahwa apabila pengelolaan panti
dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab, maka Panti Asuhan Rumah
Antara akan berkembang menjadi lembaga sosial yang kuat, amanah, dan memberi
manfaat besar bagi masyarakat luas.
Menutup sambutannya, Ketua FPSI Provinsi Bali
tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Panti Asuhan Rumah Antara,
Ahwan, beserta seluruh anak-anak asuh yang telah menerima hibah dana tersebut.
“Semoga hibah ini menjadi amanah yang membawa
keberkahan, berkembang, dan benar-benar menjadi jalan masa depan yang lebih
baik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
Rangkaian
acara malam itu tidak hanya menghadirkan suasana penuh haru, tetapi juga
memperlihatkan eratnya persaudaraan lintas budaya dan agama di Klungkung. Di
tengah keberagaman masyarakat Bali, semangat kemanusiaan kembali membuktikan
bahwa kepedulian sosial mampu menjadi jembatan persatuan dan harapan bagi
generasi masa depan. . (AMBAR + RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT
MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



