Detail Artikel

H. Imam Asrorie: LAZISMI ICMI Orwil Bali Perkuat Filantropi Profesional dan Digitalisasi Donasi

H. Imam Asrorie: LAZISMI ICMI Orwil Bali Perkuat Filantropi Profesional dan Digitalisasi Donasi

Denpasar, 21 Februari 2026 — Ketua LAZISMI ICMI Orwil Bali, H. Imam Asrorie, menegaskan komitmen penguatan gerakan filantropi Islam yang profesional, kolaboratif, dan berbasis digital dalam forum Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) ICMI Orwil Bali 2026.

Dalam pemaparannya, H. Imam Asrorie menjelaskan perjalanan transformasi kelembagaan yang telah melalui tiga fase penting. Pada tahap awal, lembaga menjalankan fungsi sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berafiliasi dengan BAZNAS selama empat tahun. Selanjutnya berkembang menjadi LAZIS Wakaf Nasional, hingga akhirnya bertransformasi menjadi LAZISMI ICMI Orwil Bali seperti saat ini.

Menurutnya, evolusi tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan identitas kelembagaan agar semakin responsif terhadap kebutuhan sosial umat.

“Kehadiran LAZISMI dilandasi realitas sosial yang masih membutuhkan perhatian serius, seperti anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, anak putus sekolah, serta masyarakat terdampak kondisi ekonomi,” ujar H. Imam Asrorie.

Fokus Strategis 2025–2026

Dalam roadmap 2025–2026, LAZISMI Orwil Bali memprioritaskan tiga bidang utama: penguatan pendidikan, peningkatan kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Program pendidikan diwujudkan melalui skema beasiswa terstruktur bagi siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Di bidang sosial, LAZISMI terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan, termasuk pembentukan posko bersama lintas organisasi Islam untuk penanganan banjir di Bali.

Posko tersebut melibatkan delapan organisasi kemasyarakatan Islam dalam penghimpunan dan penyaluran donasi secara terkoordinasi. Langkah ini dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial yang transparan dan akuntabel.

“Kepercayaan publik adalah modal utama dalam menjaga keberlanjutan misi sosial,” tegasnya.

Digitalisasi dan Perluasan Jejaring

Seiring perkembangan teknologi, LAZISMI juga mengembangkan sistem digitalisasi donasi melalui platform berbasis web. Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi program dan menyalurkan donasi secara lebih mudah, cepat, dan transparan.

Selain itu, LAZISMI membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga Islam yang memerlukan penguatan sistem penghimpunan dana berbasis digital, sekaligus memperluas jejaring kemitraan sosial.

Upaya tersebut, menurut H. Imam Asrorie, tidak hanya memperkuat efektivitas kerja lembaga, tetapi juga memperkokoh citra sosial ICMI Orwil Bali sebagai organisasi yang aktif dalam gerakan filantropi modern.

Visi Ke Depan

Ke depan, LAZISMI ICMI Orwil Bali menargetkan diri menjadi lembaga filantropi profesional yang beroperasi secara efektif, transparan, dan berorientasi pada dampak sosial berkelanjutan. Program pemberdayaan ekonomi umat akan diarahkan pada penguatan usaha mikro kecil menengah serta penciptaan peluang kerja.

“Gerakan ini bukan sekadar soal penghimpunan dana, tetapi tentang amanah dan tanggung jawab membangun masa depan umat,” pungkasnya.

Pemaparan Ketua LAZISMI tersebut menegaskan bahwa dalam rangkaian SILAKWIL 2026, penguatan filantropi menjadi salah satu pilar strategis ICMI Orwil Bali dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(RAYD)  Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'