Detail Artikel

H. Imam Asrorie: Sang Legenda di Balik Lensa, Tak Pernah Lelah Berdakwah Lewat Cahaya dan Kata

H. Imam Asrorie: Sang Legenda di Balik Lensa, Tak Pernah Lelah Berdakwah Lewat Cahaya dan Kata


Denpasar, 17 Oktober 2025 | Suara Umat — Di tengah suasana khusyuk Safari Dakwah Perempuan ICMI Orwil Bali bertema “Al-Qur’an Jalan Hidupku” yang digelar di Grand Santi Hotel, Denpasar, ada sosok yang hadir dengan peran ganda — peserta, pencatat sejarah, sekaligus perekam cahaya dakwah.

Dialah H. Imam Asrorie, Pimpinan Redaksi Suara Umat, Ketua LAZISMI ICMI, Penasehat ICMI Orwil Bali, Sekretaris LANTIPDA Bali, serta Pimpinan Forum Pemerhati Sejarah Islam Indonesia (FPSII).


Sosok berwibawa yang dikenal luas sebagai jurnalis dakwah dan pejuang literasi Islam itu, kembali menunjukkan bahwa usia tak pernah menjadi batas bagi seseorang untuk terus bekerja, berkarya, dan berkhidmat.


Jurnalis Dakwah yang Tak Pernah Pensiun


Sejak awal acara, tatapan beliau tak lepas dari lensa kamera. Di antara deretan peserta yang duduk menyimak tausiah Ustadzah Angelina Sondakh, H. Imam Asrorie berjalan perlahan, memotret setiap detail dengan ketelitian yang menjadi ciri khasnya.

Tidak ada gerakan yang sia-sia, tidak ada cahaya yang terlewat. Dalam diamnya, ia berbicara lewat gambar.


“Beliau datang bukan untuk duduk nyaman sebagai tamu kehormatan. Beliau datang untuk bekerja, merekam sejarah, dan menulis kisah dakwah agar tak lenyap ditelan waktu,” ungkap salah satu panitia dengan kagum.


Di tangan H. Imam Asrorie, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan ladang ibadah. Ia mengajarkan bahwa dakwah dapat disampaikan melalui pena, kamera, dan kerja nyata.

Baginya, setiap hasil bidikan yang presisi adalah zikir dalam bentuk visual; setiap berita yang terbit di Suara Umat adalah sedekah ilmu bagi umat.


Bidikan Cahaya, Gerak, dan Makna


Ketika Hj. Sri Subekti, S.H., S.PN., Ketua Perempuan ICMI Bali, menyampaikan program besar “Satu Keluarga, Satu Sarjana”, H. Imam Asrorie tampak mengabadikan momen itu dengan penuh kesadaran.

Ia tak hanya membidik wajah, tetapi juga jiwa dari peristiwa: keteguhan, doa, dan semangat para perempuan ICMI yang berjuang untuk pendidikan umat.


“Cahaya, gerak, dan rasa — itulah tiga hal yang selalu saya cari dalam setiap kegiatan dakwah,” ujarnya singkat, sambil menatap layar kameranya yang menampilkan hasil jepretan menakjubkan.


Dalam setiap klik, ada pesan moral. Dalam setiap sorotan, ada kisah keikhlasan. Itulah ciri khas sang legenda — menjadikan fotografi sebagai ibadah, dan berita sebagai jembatan antara ilmu dan amal.


Keteladanan Seorang Pejuang Dakwah


Di balik ketenangan wajahnya tersimpan pengalaman panjang: dari forum ke forum, dari rapat ke lapangan, dari pena ke kamera.

Sebagai Ketua LAZISMI ICMI, beliau dikenal dermawan dan aktif menggerakkan program sosial kemanusiaan.

Sebagai Penasehat ICMI Bali, ia menjadi tempat bertanya dan penuntun arah.

Sebagai Sekretaris LANTIPDA Bali, beliau menjaga sinergi lembaga-lembaga Islam.

Dan sebagai Pimpinan FPSII, ia terus menyalakan api cinta sejarah Islam Indonesia — agar generasi muda tidak tercerabut dari akar peradaban.


“Dakwah bukan hanya dari mimbar, tetapi dari tindakan, tulisan, dan keteladanan,” ungkapnya suatu ketika dalam wawancara dengan Suara Umat.


Cahaya yang Tak Pernah Padam


Ketika acara berakhir dan para peserta bersiap untuk berfoto bersama, H. Imam Asrorie masih berdiri di belakang ruangan — menyesuaikan fokus, mencari pantulan cahaya terakhir sebelum semua tersimpan menjadi arsip.

Senyumnya tipis, tapi hangat.

Gerak tangannya tenang, namun tegas.

Ia tahu, setiap gambar hari ini akan menjadi saksi kelak — bahwa di antara keramaian, pernah ada seorang jurnalis dakwah yang bekerja dalam senyap, tapi meninggalkan jejak abadi.


Safari dakwah hari itu menjadi bukan hanya ruang dakwah lisan, tetapi juga panggung ketulusan visual.

Dan H. Imam Asrorie membuktikan, bahwa dakwah tidak mengenal usia, tidak butuh sorotan, tidak menuntut tepuk tangan — cukup niat yang ikhlas dan kerja yang terus menyala.


Dari balik lensa, ia merekam bukan sekadar peristiwa, tapi sejarah — sejarah tentang keikhlasan, ilmu, dan cinta kepada Al-Qur’an yang tak pernah padam.


 Laporan Khusus: Tim Safari Dakwah ICMI Bali – Suara Umat 2025

 Grand Santi Hotel, Denpasar

Foto & Liputan: H. Imam Asrorie, Pimpinan Redaksi Suara Umat, Ketua LAZISMI ICMI, Penasehat ICMI Bali, Sekretaris LANTIPDA Bali, Pimpinan FPSII.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'