H. Najmuddin: “Muhammadiyah Harus Terus Menjadi Cahaya Pendidikan dan Peradaban”
H. Najmuddin: “Muhammadiyah Harus Terus Menjadi Cahaya Pendidikan dan Peradaban”
Sambutan Ketua Majelis Dikdasmen PNF Denpasar Penuh Spirit Dakwah dan Harapan untuk Generasi Muda
DENPASAR — Semangat dakwah, pendidikan, dan optimisme masa depan begitu terasa dalam sambutan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Kota Denpasar, H. Najmuddin, S.Pd.I, pada prosesi Pelepasan dan Pengukuhan Kader Muda Muhammadiyah yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Bali, Sabtu (16/5/2026).
Dengan penuh rasa syukur, H. Najmuddin membuka sambutannya dengan pujian kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan keluarga besar Muhammadiyah dalam suasana penuh persaudaraan dan kebahagiaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali dipertemukan dalam suasana yang luar biasa. Sebuah momentum yang bukan hanya tentang pelepasan siswa, tetapi juga tentang lahirnya generasi penerus Muhammadiyah,” ujarnya.
Di hadapan para siswa, guru, orang tua, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah yang hadir, H. Najmuddin menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kader umat dan bangsa.
Menurutnya, sekolah Muhammadiyah bukan sekadar lembaga pendidikan formal, tetapi juga ruang kaderisasi yang menanamkan nilai keislaman, akhlak, dan semangat pengabdian.
“Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun peradaban melalui pendidikan yang berkemajuan,” tuturnya.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga kepada para siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan. Baginya, keberhasilan para siswa hari itu tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan persyarikatan Muhammadiyah.
Ia berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater serta terus membawa nilai-nilai Muhammadiyah di tengah kehidupan masyarakat.
“Ke mana pun kalian melangkah nanti, jangan pernah meninggalkan identitas kalian sebagai kader Muhammadiyah,” pesannya penuh penekanan.
H. Najmuddin juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendidik para siswa.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan para pendidik.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan dan membimbing masa depan generasi muda,” katanya.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, ia juga mengingatkan para siswa agar terus menjaga semangat belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri meskipun telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah.
Baginya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan generasi yang kuat secara ilmu, iman, dan moral.
“Jangan cepat puas. Teruslah belajar, terus bergerak, dan terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sambutan H. Najmuddin berkali-kali disambut tepuk tangan hadirin. Kata-kata yang disampaikannya terasa tidak sekadar formalitas, melainkan pesan moral yang lahir dari semangat perjuangan Muhammadiyah dalam membangun pendidikan.
Menjelang akhir sambutan, ia mengajak seluruh hadirin untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga semangat dakwah melalui pendidikan.
“Muhammadiyah akan tetap besar jika kader-kader mudanya memiliki ilmu, akhlak, dan semangat untuk melayani umat,” tuturnya menutup sambutan.
Momentum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pelepasan kader muda Muhammadiyah hari itu. Sebab dari podium sederhana di Pulau Dewata itu, kembali ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah bukan hanya melahirkan lulusan, tetapi menyiapkan generasi penerus peradaban. (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



