Detail Artikel

Halalbihalal MUI Badung 2026: Meneguhkan Ukhuwah, Mengokohkan Khidmat Pengabdian

Halalbihalal MUI Badung 2026: Meneguhkan Ukhuwah, Mengokohkan Khidmat Pengabdian

Mangupura — Dalam suasana Syawal yang sarat makna, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan baru periode 2026–2031. Acara ini menjadi momentum strategis untuk merawat silaturahmi sekaligus meneguhkan arah perjuangan umat di tengah dinamika sosial keagamaan yang terus berkembang.

Bertempat di Gedung Balai Budaya “Giri Nata Mandala”, Sempidi, Mengwi, pada Ahad, 3 Mei 2026, kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat kolektif dalam membangun harmoni dan memperkuat peran keulamaan di Kabupaten Badung.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan lantunan shalawat penyambutan yang menghadirkan nuansa religius yang khusyuk. Momentum spiritual mencapai puncaknya pada prosesi mahalul qiyam, diikuti pembacaan doa sebagai bentuk harap dan tawakal bersama.

Sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air, seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza, dilanjutkan dengan Hymne dan Mars MUI yang menggugah semangat pengabdian. Simbolisme ini menegaskan bahwa pengabdian keagamaan berjalan seiring dengan komitmen kebangsaan.

Ketua Panitia, H. Moh. Thoha, SS., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Ia juga memperkenalkan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kabupaten Badung yang turut berkontribusi dalam memperkuat sinergi umat.

Memasuki inti acara, dilakukan pembacaan susunan kepengurusan MUI Kabupaten Badung periode 2026–2031, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Ketua MUI Provinsi Bali, Drs. KH. Mahrusun Hadiyono, M.Pd.I., dengan penuh khidmat. Prosesi ini menjadi titik awal tanggung jawab moral dan spiritual bagi para pengurus dalam mengemban amanah umat.

Ketua MUI Badung terpilih dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk menjadikan MUI sebagai rumah besar umat Islam yang inklusif, moderat, dan responsif terhadap tantangan zaman. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum MUI Provinsi Bali yang menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial. Ia mengingatkan bahwa MUI harus hadir sebagai penyejuk, bukan pemicu perpecahan.

Dari unsur pemerintah daerah, sambutan Bupati Badung yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan. Ia menekankan bahwa harmoni sosial di Badung adalah hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah dan tokoh-tokoh agama.

Sebagai penutup yang menghangatkan suasana, penampilan seni dari mantan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, menghadirkan sentuhan kultural yang mempererat kedekatan emosional antar hadirin. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi halalbihalal dan saling bersalam-salaman, menjadi simbol saling memaafkan dan memperbarui ikatan persaudaraan.

Halalbihalal ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi umat. Di tengah kompleksitas zaman, MUI Badung diharapkan mampu menjadi pilar penuntun yang menghadirkan kesejukan, memperkuat nilai moderasi, dan menjaga keutuhan bangsa.

Dengan semangat Syawal, kegiatan ini menjadi penegas bahwa persatuan umat adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan berkelanjutan.

(AMBAR & RAYD)  Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'