Hardiknas 2025: Resep Rasa Pendidikan di Tanah Denpasar
Hardiknas 2025: Resep Rasa Pendidikan di Tanah Denpasar
Denpasar, 2 Mei 2025 – Jl. P. Batanta 80
Pada pagi yang masih berembun dan sarat harap, aroma semangat menguar dari halaman tempat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dihelat. Pukul 07.00 WITA, pelajar dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK se-Denpasar berkumpul, menyusun formasi layaknya bahan-bahan terbaik dalam sebuah resep istimewa: Pendidikan Indonesia Rasa Nusantara.
Upacara tahun ini bukan sekadar seremoni; ia adalah sajian kolaboratif, hasil racikan sinergi antara siswa-siswa SMA dan SMK yang menjadi petugas upacara. Layaknya perpaduan rempah dan teknik memasak, kerja sama ini membentuk harmoni yang tak hanya sedap dipandang, tetapi juga sarat makna.
Tauhid Hidayat, M.Pd., sebagai pembina upacara, memainkan peran koki utama yang menyiramkan kaldu nilai dan pesan dalam setiap petuahnya. Ia menekankan pentingnya semangat belajar, inovasi, dan karakter sebagai bahan dasar dalam resep pendidikan masa depan.
Upacara ini turut disempurnakan dengan “bumbu tambahan” berupa pembacaan Janji Pelajar Muhammadiyah. Serupa rempah otentik, janji ini menambah cita rasa moral dan spiritual yang membuat sajian pendidikan tak hanya bergizi intelektual, tetapi juga bernutrisi akhlak.
Yang hadir pun tak main-main—seluruh tenaga pendidik dan pelajar SMA-SMK turut menyaksikan sajian pagi itu. Layaknya para penikmat makanan yang memahami rasa, mereka hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan bagian dari proses masak-memasak peradaban.
Seperti masakan yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan kehati-hatian dalam prosesnya, pendidikan juga memerlukan sinergi, kolaborasi, dan komitmen dari berbagai elemen. Hardiknas 2025 di Denpasar menjadi bukti bahwa saat semua bahan terbaik dipersatukan, dengan takaran yang tepat dan niat yang tulus, maka akan lahirlah hidangan pendidikan yang bukan hanya lezat, tetapi juga mengenyangkan masa depan bangsa. (Raden Alit)



