Detail Artikel

Hari Ke-3 Pembagian Bubur Rempah Melayu

Hari Ke-3 Pembagian Bubur Rempah Melayu

Menebar Kehangatan Menjelang Ashar di Depan Rumah Makan Bundo Kanduang

Denpasar, 17 Februari 2026 — Semangat berbagi terus mengalir di hari ketiga kegiatan pembagian Bubur Rempah Melayu yang dilaksanakan menjelang waktu Ashar, Selasa sore (17/2), di depan Rumah Makan Bundo Kanduang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sosial menyambut Ramadhan, sekaligus wujud nyata nilai “menunduk untuk bangkit” sebagaimana refleksi yang telah disampaikan sebelumnya. Bahwa dalam kerendahan hati dan kepedulian kepada sesama, terdapat jalan menuju keberkahan.

Sejak pukul 15.30 WITA, relawan telah bersiap membagikan bubur rempah kepada masyarakat sekitar, pengendara yang melintas, pekerja harian, serta warga yang membutuhkan. Aroma rempah yang hangat menyatu dengan suasana sore yang teduh, menghadirkan nuansa kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Menghidupkan Tradisi Bubur Rempah Melayu

Bubur rempah Melayu bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol tradisi berbagi dalam budaya Nusantara, terutama di komunitas Melayu saat menyambut bulan suci. Racikan beras yang dimasak dengan santan dan rempah pilihan mencerminkan kekayaan kuliner sekaligus filosofi kebersamaan.

Rempah yang menyatu dalam satu wadah menggambarkan perbedaan yang harmonis. Setiap unsur memiliki peran, namun bersatu dalam rasa. Begitu pula kehidupan bermasyarakat — saling melengkapi dan saling menguatkan.

Melalui pembagian bubur ini, panitia berharap nilai-nilai tersebut kembali hidup di tengah umat. Tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga menebar doa dan kepedulian.

Dari Refleksi Menjadi Aksi

Sebagaimana pesan dalam artikel sebelumnya, posisi “di bawah” sering kali menjadi ruang untuk belajar dan memperbaiki diri. Kegiatan sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa keberkahan justru lahir dari kesediaan untuk menunduk dan melayani.

Beberapa penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kegiatan yang rutin dilakukan ini. Senyum dan doa mereka menjadi energi tersendiri bagi para relawan untuk terus bergerak.

Kegiatan pembagian Bubur Rempah Melayu ini direncanakan akan terus berlanjut sebagai bagian dari syiar sosial dan penguatan ukhuwah Islamiyah di Bali. Harapannya, semangat berbagi menjelang Ramadhan tidak berhenti pada momentum, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang datangnya bulan suci, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya tentang ritual, tetapi juga tentang kepedulian. Karena Ramadhan sejatinya adalah bulan untuk menguatkan hubungan dengan Allah dan sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia.

Semoga setiap suap yang dibagikan menjadi amal jariyah, dan setiap langkah yang ditempuh dalam kegiatan ini dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. (RAYD)  Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'