Detail Artikel

HARI LANJUT USIA NASIONAL 2026

HARI LANJUT USIA NASIONAL 2026

Merawat Martabat, Menjaga Kebahagiaan Lansia

LANTIP Kota Denpasar Rayakan Hari Lanjut Usia Nasional dengan Semangat Kebersamaan dan Pengabdian

Denpasar, Bali, 6 Juni 2026 — Pagi itu, mentari Denpasar belum sepenuhnya meninggi ketika satu per satu para lanjut usia mulai berdatangan ke lingkungan Sekolah Pelangi Dharma Nusantara, Denpasar. Langkah mereka mungkin tak lagi secepat masa muda, namun semangat yang terpancar dari wajah-wajah penuh pengalaman itu tetap menyala, menghadirkan optimisme dan kebahagiaan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh LANTIP Indonesia Kota Denpasar.

Di tengah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, kegiatan yang mempertemukan para lansia, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, unsur pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat ini berlangsung sebagai bentuk penghormatan kepada generasi yang telah memberikan pengabdian panjang bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Hari Lanjut Usia Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Ia adalah pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari cara bangsa tersebut menghormati dan memuliakan para orang tua yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan kehidupan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara, kemudian dilanjutkan dengan Tari Penyambutan yang dipersembahkan oleh Lantipers, menghadirkan nuansa budaya yang anggun sekaligus menjadi simbol penghormatan kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir.

Gerak tari yang lembut berpadu dengan alunan musik tradisional seolah menyampaikan pesan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan fase kehidupan yang tetap sarat makna, kebijaksanaan, dan keteladanan.

Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars LANTIP, dan Hymne LANTIP. Lagu-lagu tersebut menggema di ruangan, menyatukan semangat kebangsaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi organisasi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial terhadap para lansia melalui berbagai program edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai sambutan yang disampaikan oleh para pemimpin organisasi dan unsur pemerintah menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah lansia, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para lanjut usia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif di tengah masyarakat.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada sejumlah lansia sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial terhadap mereka yang membutuhkan perhatian bersama.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada lansia tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata yang menghadirkan manfaat dan keberpihakan kepada mereka.

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh edukasi kesehatan melalui sosialisasi bertema Merawat Kesehatan dan Membahagiakan Lansia yang disampaikan oleh Dr. Teguh Wisesa. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, aktivitas fisik yang terukur, kesehatan mental, serta dukungan keluarga sebagai faktor utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia.

Sesi tersebut berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta yang memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung mengenai berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi pada usia lanjut.

Kemeriahan acara semakin terasa ketika berlangsung lomba membuat dan menyajikan kue tradisional berbahan dasar singkong. Berbagai kreasi kuliner khas Nusantara tersaji dengan cita rasa, tekstur, tampilan, dan inovasi yang menarik perhatian para dewan juri maupun peserta lainnya.

Melalui lomba tersebut, para peserta tidak hanya menunjukkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal, tetapi juga turut melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa.

Selain kegiatan kesehatan dan lomba kuliner, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh LANTIP Kota Denpasar menjadi bukti bahwa para lansia tetap memiliki ruang yang terhormat dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka bukan sekadar saksi perjalanan sejarah, melainkan sumber pengalaman, kebijaksanaan, dan inspirasi bagi generasi penerus.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, kegiatan ini mengajarkan satu hal penting: bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para orang tuanya.

Karena di balik setiap keriput yang terukir pada wajah para lansia, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, cinta, dan pengabdian yang telah menjadi fondasi kehidupan bangsa hari ini.

 (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'