Hj. Sri Widianingsih: Idul Adha Mengajarkan Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kepedulian untuk Kebaikan Bersama
Hj. Sri Widianingsih: Idul Adha Mengajarkan
Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kepedulian untuk Kebaikan Bersama
TABANAN –
Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban,
melainkan ruang pembelajaran spiritual yang mengajarkan keikhlasan,
pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan
tersebut disampaikan Plt Ketua Umum Wanita Islam Provinsi Bali, Hj. Sri
Widianingsih, dalam sambutannya pada kegiatan Penyembelihan dan Distribusi
Hewan Kurban Wanita Islam Provinsi Bali yang digelar di Warung Pantai Selabih,
Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Sabtu (30/5/2026).
Di hadapan
pengurus, anggota Wanita Islam dari berbagai kabupaten dan kota di Bali, aparat
desa, tokoh masyarakat, serta para mudhohi, Sri Widianingsih mengajak seluruh
peserta menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan
kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya,
makna kurban tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewan, melainkan menjadi
sarana meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail dalam
menjalankan perintah Allah SWT.
"Idul
Adha adalah momentum untuk meneladani keikhlasan dan ketaatan. Cinta kepada
Allah diwujudkan dengan kesediaan mengorbankan sesuatu yang paling dicintai
demi memperoleh ridha-Nya," ujarnya.
Ia
menjelaskan bahwa setiap tahun Wanita Islam Provinsi Bali secara konsisten
melaksanakan kegiatan kurban di berbagai daerah sebagai bagian dari syiar Islam
sekaligus penguatan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Tahun ini,
Kabupaten Tabanan melalui Pimpinan Daerah Wanita Islam Tabanan mendapat amanah
menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai
Selabih.
Konsistensi
pelaksanaan kurban setiap tahun menunjukkan komitmen Wanita Islam untuk
menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah di
antara anggota.
Dalam
sambutannya, Sri Widianingsih menekankan bahwa Idul Adha memberikan setidaknya
tiga pelajaran besar yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,
yakni semangat berbagi, keikhlasan, dan kepedulian.
Menurutnya,
tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berkurban dengan hewan ternak,
namun setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkurban melalui
tenaga, waktu, pemikiran, maupun pengendalian ego demi kepentingan yang lebih
besar.
"Kita
mungkin tidak semuanya dapat berkurban dengan hewan, tetapi kita semua bisa
berkurban melalui waktu, tenaga, harta, dan mengalahkan kepentingan diri
sendiri untuk kemaslahatan bersama," tegasnya.
Ia juga
mengajak seluruh peserta untuk memaknai setiap proses kurban sebagai bentuk
ibadah yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki dampak sosial
yang luas bagi masyarakat penerima manfaat.
Bagi Wanita
Islam Provinsi Bali, distribusi daging kurban kepada masyarakat merupakan
bagian dari ikhtiar menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat solidaritas sosial
di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Pada
kesempatan tersebut, Sri Widianingsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh
pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya pemilik Warung
Pantai Selabih, Mas Suwarno, serta pengelola kawasan, P. Raden Indrayono, yang
telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kurban tahun ini.
Ia juga
menyampaikan penghargaan kepada para mudhohi yang telah mempercayakan hewan
kurbannya kepada Wanita Islam Provinsi Bali, masyarakat Desa Selabih yang turut
membantu pelaksanaan kegiatan, serta seluruh panitia yang bekerja sejak tahap
persiapan hingga pelaksanaan.
Menurutnya,
keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dilandasi
semangat pengabdian, ketulusan, dan kebersamaan.
"Terima
kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga segala
amal, pengorbanan, dan keikhlasan yang diberikan menjadi catatan kebaikan di
sisi Allah SWT," tuturnya.
Menutup
sambutannya, Sri Widianingsih berharap seluruh rangkaian kegiatan kurban
berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat yang menerima.
Ia juga
mengajak seluruh anggota Wanita Islam untuk terus menjaga semangat pengabdian
dan menjadikan nilai-nilai Idul Adha sebagai inspirasi dalam menjalankan peran
di tengah keluarga, organisasi, dan masyarakat.
"Semoga
Allah menerima seluruh amal ibadah dan keikhlasan kita, serta menjadikan kita
pribadi-pribadi yang semakin bertakwa dan bermanfaat bagi sesama,"
pungkasnya.
Catatan Redaksi SuaraUmat.id
Dari
keseluruhan sambutan Hj. Sri Widianingsih, terdapat tiga pesan utama yang layak
ditonjolkan sebagai kutipan penting:
"Idul
Adha bukan sekadar penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum meneladani
keikhlasan dan ketaatan."
"Tidak
semua orang dapat berkurban dengan hewan, tetapi semua orang dapat berkurban
dengan waktu, tenaga, harta, dan ego demi kebaikan bersama."
"Berbagi,
ikhlas, dan peduli adalah tiga pelajaran besar yang diajarkan Idul Adha."
Ketiga
pesan tersebut merepresentasikan visi Wanita Islam Provinsi Bali dalam memaknai
kurban sebagai gerakan spiritual sekaligus gerakan sosial yang memberi manfaat
luas bagi masyarakat.
(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



