HPN Bali Gelar Rakerda, Dorong Sinergitas untuk Majukan UMKM
SUARAUMAT.ID, Denpasar, 19 Desember 2024 – Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Bali sukses menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Cafe Kopi Mediasi, Jalan Pura Demak No. 323, Denpasar. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini mengangkat tema : “Sinergitas untuk Akselerasi Pemberdayaan UMKM Menuju Indonesia Emas”.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC,Murdiyanto MPdi, dilanjutkan dengan pembacaan Alfatihah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars HPN.
Ketua Panitia, Ir. Hj. Nimmi Gulam S.A.G, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Bapak Waskito dari Ditjen Pajak. Bpk Danrem yang diwakili Oleh Mayor Hendra, Bapak Hartono dari Notaris, yang juga semuanya menjadi Pemateri dalam Rakerda HPN.
Sinergitas untuk UMKM
Dalam sambutannya, Ketua PW HPN Bali, Prof. Nurianto, menyampaikan bahwa HPN berkomitmen untuk terus memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. "Dari 26 juta UMKM di Indonesia, 436 di antaranya terdaftar di Bali, namun masih ada sekitar 700 UMKM yang belum terdata. Ini menunjukkan potensi besar yang perlu kita optimalkan," ujar Prof. Nurianto.
Beliau juga menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap UMKM, terutama dalam hal permodalan dan akses pasar. "Kabinet Prabowo diharapkan dapat memberikan perhatian khusus kepada UMKM, misalnya dengan mengintegrasikan UMKM ke dalam koperasi. Program pemerintah seperti makan bergizi juga perlu ditinjau ulang, karena syarat yang terlalu rumit membuat UMKM kecil kesulitan untuk ikut serta," tegasnya.
Tantangan dan Harapan
Prof. Nurianto juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi UMKM, seperti sulitnya mendapatkan sertifikat halal, kompleksitas perizinan, dan dampak krisis global. "Kami berharap PW NU dapat membantu UMKM mendapatkan sertifikat halal secara gratis. Selain itu, proses perizinan usaha juga perlu dipermudah, misalnya dengan memperbanyak pendamping untuk sertifikasi halal dan membuat proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) lebih sederhana," tambahnya.
Prof. Nurianto juga mengajak pentingnya pendampingan bagi UMKM, terutama dalam hal teknologi informasi. "Banyak UMKM yang belum memiliki perangkat IT yang memadai, sehingga kesulitan untuk mengurus perizinan dan pemasaran online," ujarnya.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Dalam kesempatan yang sama, Kyai Abdul Aziz, Ketua PWNU Bali, memberikan sambutan dan motivasi kepada seluruh peserta Rakerda. Beliau menekankan pentingnya sinergitas antara berbagai pihak untuk memajukan UMKM. "UMKM adalah garda terdepan dalam menghadapi krisis ekonomi. Setelah pandemi, UMKM yang mampu bertahan adalah yang paling tangguh," ujarnya.
Kyai Aziz juga menyoroti pentingnya inovasi bagi UMKM. "Banyak UMKM yang berhasil bertransformasi selama pandemi. Misalnya, restoran yang tutup beralih ke bisnis kuliner rumahan dan justru mendapatkan keuntungan yang lebih besar," tambahnya.
Penutup
Rakerda HPN Bali dibuka dengan doa pembukaan oleh Kyai Abdul Aziz. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bersinergi dalam memberdayakan UMKM dan mewujudkan Indonesia Emas.



