Detail Artikel

ICMI Didorong Jadi Pilar Kolaboratif Demi Masa Depan Badung dan Indonesia Emas 2045

ICMI Didorong Jadi Pilar Kolaboratif Demi Masa Depan Badung dan Indonesia Emas 2045

Badung, 3 Agustus 2025 — Dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan intelektual, Drs. Nyoman Suendi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, mewakili Bupati Badung, menyampaikan sambutan yang menguatkan arah sinergi antara pemerintah daerah dan ICMI sebagai organisasi strategis berbasis intelektual Muslim.

Mengawali pidatonya, Nyoman Suendi menyapa seluruh peserta dengan penuh energi:

“Salam Pancasila!”

Seruan ini pun dibalas dengan semangat oleh seluruh hadirin, menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai dasar negara.

Ajakan Kolaborasi: Pemerintah Siapkan Dana, Fasilitas, dan Resources

Dalam sambutannya, Suendi menekankan bahwa Kesbangpol Badung siap berkolaborasi aktif dengan ICMI Orda Badung dalam menciptakan program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami punya dana, fasilitas, dan sumber daya. Kami butuh mitra seperti ICMI, yang berisi pemikir dan orang-orang hebat, untuk bersama-sama menjaga dan membangun Badung.”

Memagehi Bali: Menjaga Tanah, Budaya, dan Generasi Muda

Dalam konteks lokal Bali, Suendi mengangkat filosofi “memagehi”—yakni menjaga, memagari, melindungi. Menurutnya, peran ICMI sangat vital dalam memagehi Bali dari berbagai ancaman ideologis, sosial, dan kultural.

Wilayah Badung yang luas, dari perbatasan Petang dan Angantiga di utara hingga Kuta dan Nusa Dua di selatan, membutuhkan kehadiran ormas yang santun dan solutif seperti ICMI.

“Bali adalah pulau damai. Kita jaga bersama dari infiltrasi kelompok terlarang yang telah dinyatakan dilarang pemerintah. Gunakan wantilan, banjar, dan desa adat sebagai titik penjagaan peradaban—bukan sekadar tempat kumpul.”

ICMI Sebagai Penjaga Generasi dan Arsitek Indonesia Emas 2045

Kesbangpol melihat pentingnya ICMI hadir bukan hanya sebagai komunitas diskusi, tetapi juga sebagai agen edukasi dan pemberdayaan, khususnya bagi generasi muda.

“Generasi muda adalah pelaksana dan pewaris cita-cita Indonesia Emas 2045. ICMI harus hadir untuk menjaga akhlak, nalar, dan arah mereka.”

Karena itu, ia mendorong agar hasil dari Silaturahmi Kerja Daerah (SILAKDA) ICMI Badung 2025 ini bukan hanya menjadi wacana, tetapi diturunkan menjadi program kerja nyata yang bersinergi dengan roadmap pemerintah daerah, khususnya melalui jalur komunikasi bersama bagian Humas Kesbangpol.

Harapan: ICMI Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Simbol

Sebagai penutup, Drs. Nyoman Suendi menyampaikan harapannya:

“Mari hasilkan program yang memberi solusi atas tantangan zaman. Tantangan kita bukan hanya di medan ide, tapi juga di lapangan realitas sosial. Jadikan ICMI pelita di tengah zaman yang kadang gelap arah.”

Dengan sambutan tersebut, ICMI Badung mendapatkan mandat moral sekaligus dukungan konkret dari pemerintah daerah untuk terus bergerak sebagai kekuatan intelektual yang berpihak pada rakyat, agama, dan bangsa—dari Bali, untuk Indonesia.

(RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'