Inovasi dari Ruang Kelas PAUD Mengantarkan Guru YPBWI Bali ke Panggung Nasional
Inovasi dari Ruang Kelas PAUD Mengantarkan
Guru YPBWI Bali ke Panggung Nasional
SuaraUmat.id – Kreativitas dalam mendidik anak usia dini
kembali mengharumkan nama YPBWI Perwakilan Bali di tingkat nasional. Sumiati,
S.Pd.I., guru TK Islam Bakti Dalung, berhasil meraih Harapan I
(peringkat keempat nasional) dalam Lomba Video Inovasi Pembelajaran PAUD
yang diselenggarakan dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-60 Yayasan
Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI).
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu
lahir dari sekolah dengan fasilitas mewah, melainkan dari dedikasi guru yang
terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak. Di tengah
dinamika pendidikan anak usia dini yang terus berkembang, Sumiati mampu
menunjukkan bahwa kreativitas, kepedulian, dan pemahaman terhadap karakter
peserta didik merupakan kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang
efektif.
Lomba Video Inovasi Pembelajaran PAUD menjadi salah satu agenda
bergengsi dalam Harlah ke-60 YPBWI. Ajang ini mempertemukan para guru dari
berbagai satuan pendidikan YPBWI di seluruh Indonesia untuk berbagi praktik
baik (best practices) dalam pembelajaran anak usia dini. Setiap peserta
ditantang menampilkan model pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, mudah
diterapkan, serta mampu mengembangkan aspek kognitif, motorik, sosial,
emosional, spiritual, dan karakter peserta didik.
Melalui karya yang dipresentasikan, Sumiati memperlihatkan bagaimana
pembelajaran di TK Islam Bakti Dalung dirancang agar anak menjadi subjek aktif
dalam proses belajar, bukan sekadar penerima materi. Pendekatan
yang digunakan mendorong anak belajar melalui bermain, bereksplorasi,
berinteraksi, dan berkreasi sesuai tahap perkembangan mereka.
Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen YPBWI
Perwakilan Bali dalam membangun budaya pembelajaran yang inovatif. Yayasan
secara konsisten memberikan ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi
melalui pelatihan, seminar, pembinaan berkala, serta berbagai forum berbagi
pengalaman yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat YPBWI maupun organisasi
profesi.
Inovasi yang dilakukan para guru tidak berhenti pada penyampaian materi
pelajaran, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, menanamkan
nilai-nilai keislaman, membangun kemandirian, serta menumbuhkan rasa ingin tahu
anak sejak usia dini. Filosofi tersebut sejalan dengan visi YPBWI yang
menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi
yang cerdas, beriman, dan berakhlakul karimah.
Bagi Sumiati, penghargaan nasional ini bukan sekadar pencapaian pribadi,
melainkan hasil kerja kolektif seluruh keluarga besar TK Islam Bakti Dalung dan
YPBWI Bali. Di balik video inovasi yang diapresiasi dewan juri, terdapat proses
panjang berupa perencanaan pembelajaran, pengembangan media edukatif,
pendampingan peserta didik, serta evaluasi berkelanjutan yang dilakukan dengan
penuh kesabaran dan ketekunan.
Keberhasilan Sumiati melengkapi prestasi gemilang YPBWI Perwakilan Bali
pada Harlah ke-60 YPBWI. Sebelumnya, Usnanik Lelonowati, S.Pd.I.
sukses meraih Juara I Nasional Lomba Video Profil Inspiratif, sementara Suswinarti,
S.Pd.I. memperoleh Penghargaan Pengabdian Guru Terbaik III Nasional
atas dedikasinya selama 35 tahun mengabdi di lingkungan sekolah Bakti YPBWI.
Tiga penghargaan nasional yang diraih dalam satu momentum menjadi
cerminan keberhasilan YPBWI Bali dalam membangun ekosistem pendidikan yang
tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada penguatan kualitas
guru, inovasi pembelajaran, dan pengabdian yang berkelanjutan.
Di usia 60 tahun YPBWI, capaian tersebut menjadi pesan optimistis
bahwa masa depan pendidikan Islam akan sangat ditentukan oleh guru-guru yang
terus belajar, berinovasi, dan mengajar dengan hati. Dari ruang-ruang kelas
sederhana di Pulau Dewata, lahir gagasan-gagasan kreatif yang tidak hanya
menginspirasi peserta didik, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat
nasional.



