Detail Artikel

Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga Tegaskan Konsolidasi dan Inovasi dalam SILAKWIL ICMI Orwil Baru 2026

Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga Tegaskan Konsolidasi dan Inovasi dalam SILAKWIL ICMI Orwil Baru 2026

21 Februari 2026

Dalam suasana penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan, Ketua Umum ICMI Organisasi Wilayah Baru, Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, menyampaikan arah kebijakan dan konsolidasi organisasi dalam forum Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) ICMI Orwil Baru 2026, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan yang menjadi forum strategis tahunan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum evaluasi dan penajaman program kerja organisasi ke depan. Dalam sambutannya, Farida menegaskan bahwa SILAKWIL merupakan amanah organisasi sebagaimana diatur dalam mekanisme dan tata kelola internal ICMI.

“Silaturahmi kerja wilayah ini adalah forum evaluasi sekaligus forum penyusunan langkah strategis. Kita tidak hanya melihat apa yang sudah berjalan, tetapi memastikan bahwa program ke depan harus inovatif, strategis, dan berdampak nyata,” ujarnya.

Evaluasi Keberhasilan Silaknas 2025

Dalam kesempatan tersebut, Farida juga mengulas keberhasilan pelaksanaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2025 yang digelar pada 3–5 Desember 2025 di Bali, di mana wilayah yang dipimpinnya dipercaya sebagai tuan rumah.

Menurutnya, pelaksanaan Silaknas tersebut berjalan sukses baik dari sisi substansi maupun tata kelola penyelenggaraan. Jumlah peserta yang mencapai lebih dari 500 orang serta terlaksananya seluruh rangkaian agenda menjadi indikator kuat profesionalitas panitia dan soliditas organisasi.

“Kepercayaan sebagai tuan rumah bukan karena kita menawarkan diri, tetapi karena dinilai mampu. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi kita semua,” tegasnya.

Farida menambahkan, kekompakan panitia dan dukungan seluruh elemen organisasi menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Bahkan, kegiatan tersebut dinilai tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga tertib secara administrasi dan keuangan.

Penguatan Kolaborasi dan Sinergi

Dalam SILAKWIL 2026 ini, Farida menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci efektivitas gerakan intelektual ICMI di daerah.

Kolaborasi, menurutnya, harus dibangun secara sistemik, baik antaranggota, antarorganisasi daerah (Orda), maupun dengan pemerintah dan mitra strategis lainnya.

“ICMI tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus membangun kemitraan yang produktif agar capaian organisasi lebih maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa ICMI sebagai organisasi cendekiawan Muslim memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan, solusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan umat dan bangsa.

Momentum Konsolidasi dan Arah Baru

SILAKWIL 2026 menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus peneguhan arah gerak organisasi ke depan. Farida berharap forum tersebut menghasilkan program-program prioritas yang terukur dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Organisasi ini akan kuat jika seluruh elemen bergerak bersama. Dari wilayah, Orda, hingga seluruh anggota, kita harus menyatukan langkah agar keberadaan ICMI semakin dirasakan manfaatnya,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan visi pembaruan, SILAKWIL 2026 diharapkan menjadi pijakan strategis bagi penguatan peran ICMI Orwil Baru dalam membangun peradaban umat yang berdaya saing, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia. (RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'