Isi Khutbah Jum'at di Masjid PLN Renon oleh Mustofa Abdul Hamid
SUARA UMAT - Isi Khutbah Jumat (20 September 2024) di Masjid PLN Renon oleh Mustofa Abdul Hamid.
Khutbah Pertama : Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di tempat yang mulia ini. Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang menjadi teladan dalam setiap amal perbuatan dan perkataan.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dalam kesempatan yang mulia ini, khotbah kita akan membahas tentang pentingnya beristighfar, memohon ampun kepada Allah, serta takut untuk tidak mengerjakan perkara yang diperintahkan dan menghindari larangan-Nya.
Rasulullah SAW, meskipun beliau adalah manusia yang ma'shum (terjaga dari dosa), tetap selalu beristighfar kepada Allah.
Dalam sehari, beliau beristighfar lebih dari tujuh puluh kali. Ini adalah teladan yang beliau contohkan kepada kita, dan ini juga merupakan ajaran para nabi sebelumnya.
Nabi Adam AS, ketika diturunkan ke bumi karena kesalahan memakan buah yang dilarang, beliau langsung beristighfar dengan doa, "Rabbana zolamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin" (Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi).
Nabi Nuh AS juga beristighfar ketika anaknya tidak mau ikut naik ke dalam bahtera.
Nabi Musa AS pun beristighfar setelah secara tidak sengaja membunuh seseorang. Dari kisah-kisah para nabi ini, kita belajar bahwa tidak ada seorang pun yang luput dari kesalahan, dan istighfar adalah jalan untuk kembali kepada Allah.
Allah SWT Maha Pengampun dan senantiasa menerima taubat hamba-Nya selama mereka memohon ampun. Ketika kita menghadapi berbagai masalah dalam hidup, seperti tertundanya hujan, hutang yang menumpuk, atau belum dikaruniai anak, maka istighfar adalah kunci solusi yang diajarkan oleh para ulama.
Imam Hasan al-Bashri RA pernah memberikan nasihat kepada seseorang yang mengeluh tentang berbagai masalah hidupnya dengan memerintahkan untuk memperbanyak istighfar.
Allah memerintahkan kita untuk memperbanyak istighfar dalam berbagai keadaan.
Dalam Al-Qur'an, Allah berjanji akan menurunkan hujan yang lebat, menambah rezeki, dan mengaruniakan keturunan kepada siapa saja yang senantiasa beristighfar. Inilah janji Allah yang pasti, selama kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
Mari kita duduk sejenak dan merenungkan dosa-dosa kita, kemudian perbanyaklah istighfar. Karena setiap masalah yang kita hadapi sejatinya adalah akibat dari kesalahan kita sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Selepas melaksanakan ibadah, seperti wukuf di Arafah, shalat, dan ibadah lainnya, Rasulullah selalu mengajarkan untuk memperbanyak istighfar. Ini karena boleh jadi, ketaatan yang kita laksanakan belum sesuai dengan perintah Allah. Maka, apakah kita sedang berbuat baik atau terjerumus dalam kesalahan, kita tetap perlu beristighfar kepada Allah.
Khutbah Kedua : Jamaah Jumat yang berbahagia,
Marilah kita perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tanda cinta kita kepada beliau.
Shalawat kita adalah wujud penghargaan kepada Rasulullah yang telah membawa risalah kebenaran kepada kita. Dengan memperbanyak shalawat, kita berharap Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang senantiasa beristighfar dan menjauhi larangan-larangan Allah. Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan, diberikan kelapangan rezeki, dan dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.
Akhir kata, marilah kita berdoa kepada Allah SWT semoga Allah menerima ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa beristighfar dan bertakwa.
Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (RAYD)



