Kadus Wanasari Komang Gede Budiarta: Kurban Wanita Islam Bali Perkuat Kebersamaan dan Harmoni Masyarakat Selabih
Kadus Wanasari Komang Gede Budiarta: Kurban
Wanita Islam Bali Perkuat Kebersamaan dan Harmoni Masyarakat Selabih
TABANAN –
Di tengah hamparan pantai dan suasana pesisir yang tenang, Desa Selabih menjadi
tuan rumah kegiatan Kurban Bersama Wanita Islam Provinsi Bali Tahun 1447
Hijriah. Bagi masyarakat setempat, kegiatan tersebut bukan sekadar
penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum yang mempererat kebersamaan dan
memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman.
Kepala
Dusun Wanasari, Desa Selabih, Komang Gede Budiarta, mengungkapkan rasa
bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi
pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi tersebut.
Dalam
wawancara bersama Suara Umat dan Radio Megantara Bali usai rangkaian seremoni
pembukaan, Komang Gede Budiarta menilai kegiatan yang digelar Wanita Islam
Provinsi Bali memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat Muslim maupun
bagi lingkungan sosial secara umum.
"Kami
merasa bangga karena Desa Selabih, khususnya wilayah Banjar Wanasari, dipilih
sebagai tempat pelaksanaan kegiatan kurban Wanita Islam Provinsi Bali tahun
ini," ujarnya.
Menurutnya,
pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Bali
menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan wilayah Selabih sekaligus
memperkuat hubungan antarwarga dan organisasi kemasyarakatan.
Sebagai
wilayah yang berada di bagian barat Kabupaten Tabanan, Selabih selama ini
dikenal sebagai kawasan yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan
toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran
kegiatan keagamaan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh
kekeluargaan menjadi cerminan harmoninya hubungan sosial yang selama ini tumbuh
di masyarakat.
Komang Gede
Budiarta menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebenarnya bukan hal yang asing bagi
masyarakat setempat. Namun, pelaksanaan kurban yang melibatkan organisasi
tingkat provinsi dengan jumlah peserta yang cukup besar menjadi pengalaman yang
memiliki nilai tersendiri bagi warga.
"Selama
ini memang sudah ada kegiatan-kegiatan keagamaan maupun sosial yang
dilaksanakan di wilayah kami. Namun untuk skala seperti sekarang ini tentu
menjadi sesuatu yang sangat baik dan patut diapresiasi," katanya.
Ia berharap
kegiatan yang melibatkan organisasi masyarakat, lembaga sosial, maupun
komunitas keagamaan dapat semakin sering dilaksanakan di wilayah Selabih.
Selain
memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan semacam itu juga
dinilai mampu memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong pengembangan
potensi wilayah.
"Semakin
banyak kegiatan yang bermanfaat dilaksanakan di desa, maka semakin besar pula
dampak positif yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dalam
pandangannya, salah satu nilai terpenting yang lahir dari pelaksanaan kurban
adalah tumbuhnya kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi yang ditunjukkan
melalui distribusi daging kurban menjadi bentuk nyata solidaritas sosial yang
perlu terus dijaga.
Namun lebih
dari itu, ia menilai kegiatan tersebut turut memperkuat nilai toleransi yang
selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bali.
"Harapan
kami, kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini terjaga
dapat terus dipelihara melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini," tutur Komang Gede Budiarta.
Ia juga
mengapresiasi keterlibatan masyarakat sekitar dalam mendukung kelancaran
kegiatan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Menurutnya,
dukungan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi
bagian penting dalam kehidupan warga Desa Selabih.
Tidak hanya
berdampak pada aspek sosial dan keagamaan, Komang Gede Budiarta melihat
kegiatan tersebut memiliki potensi memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan
setempat.
Dengan
semakin banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Selabih, masyarakat
berharap kawasan tersebut dapat semakin dikenal luas, baik sebagai destinasi
wisata maupun lokasi kegiatan sosial dan keagamaan.
"Kami
berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan
semakin banyak program yang dapat dilaksanakan sehingga memberikan manfaat bagi
masyarakat, memperkuat kehidupan beragama, dan mendukung perkembangan wilayah
Selabih," katanya.
Bagi
masyarakat Wanasari dan Desa Selabih, pelaksanaan kurban Wanita Islam Provinsi
Bali tahun ini meninggalkan pesan yang mendalam: bahwa kebersamaan, kepedulian,
dan toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang hidup dan tumbuh dalam
keseharian masyarakat.
Di tengah
keberagaman yang menjadi wajah Bali, kegiatan kurban di Pantai Selabih menjadi
bukti bahwa semangat berbagi mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat
persaudaraan antarwarga.
(AMBAR) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



