Detail Artikel

Kajian Ulumul Quran oleh Dr. KH Ahmad Buchori Muslim

Kajian Ulumul Quran oleh Dr. KH Ahmad Buchori Muslim

 

Selain pelatihan leadership, SILAKWIL 2025 juga menghadirkan sesi kajian Ulumul Quran yang disampaikan oleh Dr. KH Ahmad Buchori Muslim, S.Ag., SH., MA., ME.Sy. Beliau membahas mengenai Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah (teladan besar) dalam aspek kepemimpinan dan Iswah Hasanah (teladan kecil) dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW memberikan contoh-contoh kecil dalam kehidupan, seperti kebiasaan memotong kuku, tata cara masuk kamar mandi, hingga etika berinteraksi dengan sesama. Selain itu, diceritakan pula kisah Rasulullah saat menghadapi perlakuan kejam di Thaif, di mana beliau tetap menunjukkan akhlak yang luar biasa dengan mendoakan kebaikan bagi mereka yang menzalimi dirinya.

 

Empat Program Rasulullah di Madinah

 

Dr. KH Ahmad Buchori juga menyoroti Empat Program Rasulullah di Madinah yang menjadi pilar utama dalam membangun peradaban Islam yang kuat dan harmonis: (Raden Alit)

 

Kategori Penghambaan: Shalat Tahajud

 

Rasulullah selalu menekankan pentingnya shalat tahajud sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Shalat ini menjadi kekuatan spiritual bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

 

Sebarkan Salam

 

Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya menyebarkan salam sebagai bentuk kasih sayang dan persaudaraan di antara sesama Muslim. Salam bukan sekadar ucapan, tetapi juga doa bagi kesejahteraan dan kedamaian.

 

Hadirkan Kedamaian

 

Rasulullah membangun suasana damai di Madinah dengan menjalin hubungan baik antara berbagai kelompok masyarakat, termasuk kaum Muhajirin dan Anshar, serta dengan komunitas Yahudi dan Nasrani melalui Piagam Madinah.

 

Silaturahim

 

Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahim, karena mempererat ukhuwah Islamiyah dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.

 

Kisah Inspiratif: Nabi Adam dan Persaksian Manusia

 

Dr. KH Ahmad Buchori juga mengisahkan bagaimana Nabi Adam AS diterima taubatnya setelah melihat lafaz Muhammad di dekat nama Allah, yang kemudian dijadikan perantara doanya hingga dikabulkan. Kisah ini menunjukkan betapa besar kedudukan Nabi Muhammad SAW dalam Islam.

 

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap manusia telah bersaksi di hadapan Allah sebelum dilahirkan, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-A’raf ayat 172:

 

"Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’" (QS. Al-A’raf: 172)

 

Persaksian ini menjadi modal utama bagi manusia untuk tetap berada di jalan kebenaran sepanjang hidupnya.

 

Penutup

 

SILAKWIL 2025 bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara ICMI, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam mewujudkan Bali yang inklusif, maju, dan harmonis. Dengan pendekatan berbasis IMTAQ dan IPTEK, ICMI siap berkontribusi dalam membangun peradaban yang unggul dan berdaya saing.

 

Semangat kolaborasi ini diharapkan semakin menguat agar cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'