Kemensos Gandeng LANTIP: Gerakkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Bermartabat
Kemensos Gandeng LANTIP: Gerakkan Lansia Sehat, Mandiri, dan Bermartabat
Jakarta / Denpasar — Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan sinyal kuat: negara hadir melalui Kemensos untuk menjamin kualitas hidup lansia Indonesia. Nilai ini ditegaskan dalam pertemuan dengan Lantip Indonesia pada 27 September 2024, dan kembali dikokohkan saat peringatan HLUN ke-27 di Jember, 31 Mei 2025
“Lansia bukan beban bangsa… kami ingin mereka menua dengan bahagia, bukan air mata,” ucap Gus Ipul
Program Dukungan dari Kemensos
ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial)
– Bantuan rehabilitasi untuk lansia yang mengalami disfungsi sosial agar tetap dapat hidup layak dan berdaya guna bagi masyarakat
Bantuan Permakanan & Operasi Katarak
– Bantuan nutrisi serta operasi katarak gratis untuk memperbaiki kualitas penglihatan lansia
Program PKH & BPNT
– Program keluarga harapan (PKH) menjangkau lebih 5 juta lansia; Program pangan nontunai (BPNT) menyasar 8 juta lansia
Pelayanan Terpadu di HLUN Jember
– Termasuk layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, dan pameran kreativitas lansia
Kolaborasi Strategis dengan LANTIP
Gus Ipul dan Lantip menyepakati bahwa sinergi antara Kemensos dan komunitas lansia adalah kunci keberhasilan meningkatkan kualitas hidup lansia:
Pemberdayaan pikiran dan fisik: melalui rehabilitasi sosial, nutrisi, serta pelayanan katarak agar lansia tetap produktif dan seha
Literasi sosial dan digital: persiapan lansia menghadapi tantangan demografik menuju Indonesia Emas 2045
Ketua Dewan Penasihat Lantip, Taufiequrachman Ruky, menegaskan kebutuhan kolaborasi sejak dini untuk menjadikan lansia tetap aktif, mandiri, sekaligus mampu berbagi bagi sesama
Kenapa Ini Penting
Kehidupan Lansia Berkelanjutan
Dengan dukungan penuh Kemensos, lansia yang lemah sosial bisa kembali menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan bermartabat.
Optimalisasi Data Sosial
Semua program senantiasa mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), menjamin bantuan tepat sasaran
Respons terhadap Lonjakan Demografi Usia Emas
Indonesia ditargetkan mencapai masa Emas 2045, sehingga perlu strategi yang matang untuk mendampingi lansia agar tetap terlibat aktif dalam pembangunan .
Penutup: Lansia Tidak Hanya Diperhatikan, Tapi Diberdayakan
Seperti pepatah lama: “Negeri yang besar adalah negeri yang menghormati orang tuanya.” Komitmen Gus Ipul dan Kemensos melalui program ATENSI, operasi katarak, bantuan permakanan, serta kolaborasi dengan Lantip menegaskan bahwa lansia adalah aset bangsa—not beban—yang perlu terus diberdayakan.
Dengan kolaborasi ini, lansia pun bisa menua dengan bahagia, mandiri, dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.



