Detail Artikel

Kesbangpol Badung: Moderasi Beragama Kunci Stabilitas dan Pariwisata Berkualitas

Kesbangpol Badung: Moderasi Beragama Kunci Stabilitas dan Pariwisata Berkualitas

Sinopsis:
Di tengah geliat pembangunan dan ambisi pariwisata kelas dunia, satu hal ditegaskan pemerintah: tanpa kerukunan, semua akan rapuh. Apa pesan penting dari Kesbangpol Badung tentang peran umat, ormas, dan moderasi beragama dalam menjaga masa depan daerah?


Kesbangpol Badung Tegaskan Peran Strategis Moderasi Beragama dalam Menjaga Harmoni Daerah

Mangupura — Sambutan dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., menjadi salah satu penegas penting dalam rangkaian Halalbihalal dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung periode 2026–2031. Disampaikan dengan penuh kehangatan dan semangat kolaboratif, pidato tersebut menyoroti urgensi moderasi beragama sebagai fondasi utama stabilitas daerah.

Mengawali sambutannya dengan salam lintas agama dan budaya, ia menyapa seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta seluruh tamu undangan yang hadir. Dalam momen tersebut, ia juga memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Kesbangpol Badung.

“Terhitung mulai 1 Mei 2026, kami diberi mandat untuk mengemban tugas di Kesbangpol Kabupaten Badung. Dan hari ini menjadi momentum pertama kami berjumpa langsung dengan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen awal dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen umat dan masyarakat.

Dalam suasana Syawal yang masih terasa hangat, ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, seraya mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.

“Halalbihalal bukan hanya tradisi, tetapi sarana untuk merajut kembali hubungan, memperkuat silaturahmi, dan membangun kepercayaan sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Dalam konteks ini, peran organisasi Islam dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai sangat krusial.

“Pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual. Di sinilah peran ormas Islam menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Kabupaten Badung sebagai daerah yang majemuk memerlukan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, moderasi beragama bukan hanya konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Kehadiran tokoh lintas agama dalam forum ini menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama di Badung berjalan dengan baik dan harmonis,” katanya.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan tiga harapan utama kepada seluruh elemen umat dan masyarakat. Pertama, agar organisasi kemasyarakatan Islam terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kedua, agar lembaga pendidikan Islam terus berinovasi dalam mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. Ketiga, agar sinergi lintas agama terus dijaga sebagai fondasi stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan.

Ia juga mengaitkan pentingnya kerukunan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas. Menurutnya, tanpa stabilitas sosial dan harmoni antarumat, sektor pariwisata tidak akan berkembang secara optimal.

“Pariwisata yang berkualitas hanya dapat tumbuh di atas fondasi masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Halalbihalal sebagai awal dari kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai titik tolak untuk memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi, dan bersama-sama membangun Badung yang harmonis, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.

Sambutan tersebut mempertegas bahwa di tengah dinamika pembangunan dan keberagaman masyarakat, moderasi beragama bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dirawat demi masa depan daerah dan bangsa.

 (AMBAR & RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'