Detail Artikel

Ketua GMP Bali: “Kami Hadir untuk Umat, dan Apa yang Diberikan Umat Akan Kembali untuk Umat”

Ketua GMP Bali: “Kami Hadir untuk Umat, dan Apa yang Diberikan Umat Akan Kembali untuk Umat”

DENPASAR SELATAN — Di tengah hiruk pikuk proses distribusi daging kurban dan aktivitas para relawan yang masih sibuk bekerja, Ketua Garda Muslim Peduli (GMP) Bali, Edi Santoso, tampak berdiri sederhana menyapa masyarakat dan panitia yang hadir di lokasi penyembelihan hewan kurban di Jalan Pulau Bungin, Gang Oka, Pedungan, Denpasar Selatan.

Momentum Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini menjadi catatan penting bagi GMP Bali. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, organisasi sosial kemanusiaan tersebut sukses melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam skala besar dengan dukungan penuh dari masyarakat.

Dalam wawancara bersama Radio Megantara Bali dan Media Suara Umat, Edi Santoso mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada GMP Bali.

Yang kami rasakan tentu sangat bahagia. Alhamdulillah antusias masyarakat untuk mempercayakan kurbannya kepada GMP Bali begitu besar. Karena memang pada dasarnya GMP hadir untuk umat,” ujarnya.

Bagi Edi, kepercayaan masyarakat bukan sesuatu yang datang secara instan. Ia lahir dari proses panjang pengabdian para relawan GMP yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penanganan kebencanaan di berbagai daerah.

“Apa pun yang diberikan umat kepada kami, insyaallah akan kami kembalikan lagi untuk umat,” tegasnya.

Tahun ini, GMP Bali dipercaya mengelola penyembelihan enam ekor sapi dan empat ekor kambing. Jumlah tersebut menjadi pencapaian yang cukup besar bagi organisasi yang terbilang masih muda, namun telah dikenal luas karena kiprahnya di lapangan.

Menurut Edi Santoso, soliditas tim menjadi kunci utama tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap GMP Bali.

“Kami sejak awal memang aktif turun langsung di lapangan, baik dalam kegiatan sosial maupun kebencanaan. Mungkin dari situlah masyarakat melihat keseriusan dan kredibilitas kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pondasi utama yang dibangun di tubuh GMP Bali adalah nilai kedisiplinan, kejujuran, dan semangat kebersamaan dalam melayani masyarakat.

“Kredibilitas itu dibangun dari kejujuran. Di GMP ini kami menanamkan kedisiplinan, amanah, dan semangat kebersamaan,” jelasnya.

Tak hanya bergerak dalam kegiatan kurban, GMP Bali juga aktif dalam aksi kemanusiaan lintas daerah. Salah satunya dengan mengirim relawan ke wilayah terdampak bencana alam di luar Bali sebagai bentuk kepedulian sosial.

Di hadapan para relawan muda yang ikut membantu pelaksanaan kurban, Edi menyampaikan pesan agar semangat pengabdian kepada masyarakat terus dijaga dengan penuh keikhlasan.

“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan GMP Bali, terutama mereka yang benar-benar ingin mengabdikan diri untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Melalui hotline dan media sosial resmi GMP Bali, masyarakat yang ingin menjadi relawan ataupun menyalurkan zakat, infak, sedekah, hingga hewan kurban dapat langsung terhubung dengan pengurus organisasi.

Namun lebih jauh dari sekadar organisasi sosial, GMP Bali ingin menghadirkan nilai kemanusiaan yang universal. Edi Santoso menegaskan bahwa GMP hadir bukan hanya untuk umat Islam semata, melainkan untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

“Kami ingin bersama-sama membangun Bali yang aman dan sejahtera. GMP hadir bukan hanya untuk umat Muslim, tetapi juga untuk semua umat — Hindu, Kristen, Buddha, dan siapa pun yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa semangat Idul Adha sejatinya melampaui batas ritual. Ia tumbuh menjadi gerakan sosial yang menghadirkan kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian kepada sesama manusia.

Di bawah langit Bali yang damai, semangat kurban yang dibangun GMP Bali hari itu seakan menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bahwa pengabdian terbaik adalah ketika manusia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Wartawan SuaraUmat.id

 (AMBAR ) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'