Detail Artikel

KHOTBAH JUMAT DI MUSHOLA KH AHMAD DAHLAN: MAKSIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN HARAM

KHOTBAH JUMAT DI MUSHOLA KH AHMAD DAHLAN: MAKSIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN HARAM

Denpasar, 5 Juni 2026 – Khotbah Jumat di Mushola KH Ahmad Dahlan, Jalan Pulau Batanta No. 80 Denpasar, disampaikan oleh Ustadz Jauhari dengan imam Ustadz Ansori. Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah memanfaatkan momentum bulan haram untuk meningkatkan amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Khatib mengawali khutbah dengan mengingatkan jamaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)

Ustadz Jauhari menjelaskan bahwa saat ini umat Islam masih berada dalam salah satu bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bulan-bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

"Mari kita manfaatkan bulan haram ini dengan memperbanyak amal saleh dan meninggalkan segala larangan Allah SWT agar kedekatan kita kepada Allah semakin meningkat," pesan beliau.

Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Dalam khutbahnya, Ustadz Jauhari mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana memuliakan bulan-bulan haram, di antaranya dengan memperbanyak puasa sunnah seperti:

  • Puasa Senin dan Kamis.

  • Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah).

  • Puasa Nabi Dawud AS.

  • Puasa Tasu'a (9 Muharram).

  • Puasa Asyura (10 Muharram).

"Siapa yang menghidupkan sunnah Rasulullah, maka ia termasuk golongan yang dicintai Rasulullah SAW dan kelak akan bersama beliau di surga," ungkapnya.

Beliau mengajak jamaah agar tidak memandang amalan sunnah sebagai perkara ringan.

"Jangan berpikir bahwa sunnah jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa. Seorang mukmin hendaknya merasa kehilangan apabila tidak mampu mengerjakan amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW."

Bulan Haram: Pahala Dilipatgandakan, Dosa Pun Demikian

Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 194 dan QS. At-Taubah ayat 36, khatib menjelaskan bahwa bulan haram memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah SWT.

"Siapa yang berbuat kebaikan di bulan haram, Allah akan melipatgandakan pahalanya. Sebaliknya, dosa yang dilakukan pada bulan haram juga memiliki konsekuensi yang lebih berat."

Karena itu, beliau mengingatkan jamaah untuk menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman.

"Jika belum mampu memperbanyak amalan sunnah, minimal kita mampu menahan diri dari perbuatan maksiat. Jangan sampai timbangan dosa kita semakin berat di hadapan Allah SWT."

Targetkan 40 hingga 50 Rakaat Setiap Hari

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Jauhari juga mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah salat.

Beliau menjelaskan bahwa seorang Muslim setidaknya dapat mengerjakan:

  • 17 rakaat salat wajib.

  • 12 rakaat salat rawatib.

  • 11 rakaat salat malam (tahajud dan witir).

Jumlah tersebut mencapai 40 rakaat dalam sehari semalam.

Bahkan jika ditambah salat tahiyatul masjid setiap kali hadir ke masjid untuk salat berjamaah, seorang Muslim dapat mencapai 50 rakaat dalam sehari semalam.

"Mari maksimalkan amal saleh kita di bulan haram ini. Semakin banyak amal kebaikan yang kita lakukan, semakin berat pula timbangan amal kita di akhirat kelak," tuturnya.

Menutup Khutbah dengan Harapan

Di akhir khutbah, Ustadz Jauhari berdoa agar seluruh jamaah diberikan petunjuk dan kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

"Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita kemampuan untuk memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari kemaksiatan, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang dicintai-Nya."

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.    (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'